LombokPost-Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) mendorong penguatan tata kelola pariwisata berbasis digital melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Wisata Air Terjun Pelangi, Desa Karamabura, Kabupaten Dompu.
Terobosan ini digagas UM Bima bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Karamabura sebagai mitra dengan fokus pada penerapan sistem e-ticketing berbasis QR Code.
Program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan itu mengangkat tema “Pendampingan Digitalisasi Tata Kelola Wisata Air Terjun Pelangi melalui Implementasi E-Ticketing Berbasis Pokdarwis untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berkelanjutan”.
Baca Juga: Digerebek, Pengedar Sabu di Dompu Hadang Polisi Pakai Parang
Ketua Tim PkM UM Bima Muhammad Rasyad Al Fajar menjelaskan, program tersebut untuk menjawab kebutuhan Pokdarwis dalam meningkatkan tata kelola wisata, administrasi, literasi digital, serta kualitas pelayanan kepada pengunjung.
"Digitalisasi diarahkan sebagai instrumen untuk membantu pengelolaan tiket dan pencatatan data pengunjung secara lebih tertib, sehingga mendukung pengelolaan wisata yang transparan, akuntabel, dan berbasis data," katanya, Sabtu (15/8).
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan sosialisasi untuk mengidentifikasi kondisi serta kebutuhan mitra. Selanjutnya, tim PkM UM Bima memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas yang mencakup literasi digital dasar, pengelolaan administrasi wisata sederhana, etika dan pelayanan sosial wisata, serta peningkatan kesadaran terhadap kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kawasan wisata.
Sebagai bagian dari solusi, tim PkM UM Bima mengembangkan dan menerapkan sistem e-ticketing berbasis QR Code yang digunakan untuk mendukung proses pelayanan tiket sekaligus pencatatan data pengunjung dan transaksi.
Setelah sistem disiapkan dan diperkenalkan kepada mitra, Pokdarwis Desa Karamabura mulai melakukan implementasi e-ticketing dalam pengelolaan tiket Wisata Air Terjun Pelangi.
Dia mengatakan, digitalisasi tidak semata-mata ditujukan untuk menggantikan tiket manual. Penerapan teknologi diarahkan untuk memperkuat tata kelola wisata agar lebih tertib, transparan, akuntabel, dan berbasis data.
“Teknologi yang diterapkan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Pokdarwis sekaligus menjadi instrumen untuk mendukung pengelolaan wisata dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Kantor Desa Tekasire Dompu Digeledah, Warga Kepung Jaksa, Dokumen Sitaan Dirampas Paksa dan Disobek
Dalam pelaksanaannya, Pokdarwis Desa Karamabura tidak hanya menjadi penerima program, tetapi terlibat langsung dalam proses pelatihan, praktik, implementasi, dan pendampingan penggunaan sistem.
"Pendekatan partisipatif tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengelolaan destinasi wisata," terang Rasyad.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat ini, UM Bima turut mengambil peran dalam mendorong transformasi digital sektor pariwisata berbasis masyarakat sekaligus memperkuat potensi Wisata Air Terjun Pelangi sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal Desa Karamabura.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post