LombokPost-Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima memberikan pendampingan bagi para pelaku usaha di sentra kerupuk kulit Aurellia Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
Kegiatan ini didanai dari Hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026 Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu inovasi pengemasan, merapikan pembukuan usaha keuangan dan strategi pemasaran digital (digital marketing).
Ketua Tim PkM STIE Bima, Aliah Pratiwi M. Ak menjelaskan, sentra kerupuk kulit di Kelurahan Manggemaci memiliki potensi pasar yang sangat besar. Namun, selama ini pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam hal jangkauan pasar yang terbatas serta pengelolaan keuangan yang masih manual.
"Kami hadir untuk memberikan solusi nyata. Melalui program hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026 ini, kami mendampingi 10 orang peserta yang tergabung dalam 1 kelompok usaha dari hulu ke hilir. Mulai dari mengubah kemasan menjadi lebih menarik dan higienis, mengajarkan pembukuan keuangan yang sederhana menggunakan MS Excel hingga membuka akses ke pasar digital" ujar Aliah Pratiwi didampingi anggota tim dosen lainnya Intisari Haryanti MM dan Jaenab MM.
Baca Juga: UM Bima Dorong Digitalisasi Wisata Air Terjun Pelangi, Pokdarwis Karamabura Terapkan E-Ticketing
Selain memberikan pelatihan, tim PkM STIE Bima juga menyerahkan bantuan fasilitas produksi untuk mendukung operasional para pelaku usaha.
Bantuan fisik tersebut berupa mesin pengemas modern (sealer), pisau pemotong, wajan, panci produksi berukuran besar, plastik kemasan beserta stiker serta alat dan bahan lainnya guna meningkatkan kapasitas dan higienitas produk.
"Kehadiran program ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari pemerintah setempat," ungkapnya
Baca Juga: Gempa Flores Berdampak ke Bima, Pemprov NTB Siapkan Bantuan Darurat
Perwakilan dari Kelurahan Manggemaci Kota Bima Haifah menyampaikan apresiasi atas kepedulian nyata yang ditunjukkan oleh civitas akademika STIE Bima dalam mendongkrak ekonomi warga.
"Kami selaku perwakilan Kelurahan Manggemaci sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah nyata dari Tim PkM STIE Bima," kata Haifah saat menghadiri kegiatan tersebut.
Bantuan fasilitas produksi serta pelatihan digital marketing dan pembukuan ini menjadi bekal yang luar biasa bagi warga kami.
"Kami berharap sentra kerupuk kulit di Manggemaci bisa semakin maju dan menjadi produk unggulan daerah yang dikenal luas," harap Haifah.
Dalam aspek pengemasan, tim PkM memperkenalkan desain wadah baru yang dilengkapi dengan segel kedap udara menggunakan mesin bantuan. Inovasi ini terbukti mampu menjaga keutuhan tekstur renyah kerupuk kulit lebih lama sekaligus meningkatkan nilai jual produk di pasar modern.
Baca Juga: Kekeringan Makin Parah, Bima Alami 84 Hari tanpa Hujan
Tidak hanya itu, para perajin juga dilatih mengoperasikan toko online di media sosial, seperti instagram, TikTok dan facebook. Guna memastikan keberlanjutan usaha, pelatihan ditutup dengan simulasi pembukuan sederhana agar pelaku UMKM dapat memisahkan keuangan pribadi dan modal usaha secara rapi.
Salah satu pemilik usaha kerupuk kulit di Kelurahan Manggemaci Musnadin mengaku sangat terbantu dengan adanya program dari STIE Bima ini. "Dulu kami hanya mengandalkan setoran ke warung-warung terdekat.
Sekarang, dengan adanya bantuan mesin, wajan, panci baru dan berbagai macam bantuan lain, serta ilmu pemasaran digital, kami mulai percaya diri untuk menerima pesanan dari luar daerah," kata dia.
Tim PkM STIE Bima berharap sentra kerupuk kulit Aurellia di Kota Bima dapat naik kelas menjadi UMKM yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan siap bersaing di pasar nasional.
Baca Juga: Bantuan Saprodi Diharapkan Jadi Modal Tingkatkan Hasil Panen dan Pendapatan Petani di Kota Bima
Melalui program Hibah Bima 2026 Kemdiktisaintek, STIE Bima membuktikan komitmen nyata institusi pendidikan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan inovasi dan solusi yang berdampak langsung pada kemandirian ekonomi masyarakat.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post