LombokPost-Seleksi terbuka pengisian 11 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Dompu telah rampung.
Panitia seleksi (Pansel) telah menetapkan tiga besar untuk masing-masing jabatan dan hasilnya telah diserahkan kepada Bupati Dompu Bambang Firdaus.
Bahkan, 33 pejabat yang masuk tiga besar tersebut telah menjalani wawancara langsung dengan Bupati Dompu. Namun hingga kini, 11 pejabat yang nantinya mengisi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut belum dilantik.
Ketua DPRD Dompu Muttakun meminta bupati segera melantik pejabat hasil seleksi terbuka tersebut. Menurutnya, proses seleksi telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga tidak ada alasan untuk menunda pelantikan.
"Apalagi nama-nama yang direkomendasikan oleh BKN telah diwawancarai oleh Bupati Dompu. Maka tentu sebagai PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), Bupati Dompu sangat perlu untuk melantik 11 orang pimpinan OPD yang dinilai mampu membantunya," kata Muttakun dihubungi Lombok Post, Selasa (25/8).
Baca Juga: Bule Italia Diduga Dilecehkan di Pantai Lakey Dompu, Pria Asal Bima Ditangkap
Dia menilai keberadaan pejabat definitif di 11 OPD tersebut penting, terlebih Pemkab Dompu saat ini tengah dan akan menghadapi agenda pembahasan APBD Perubahan serta APBD murni.
Menurut dia, pimpinan definitif dibutuhkan agar roda pemerintahan dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih maksimal.
"Ibarat roda kendaraan, maka terali di velg harus segera terpasang dengan tepat standar dan tepat tempatnya agar roda bisa bergerak dan kencang berlari untuk mengejar ketertinggalan waktu yang demikian lama tidak memiliki driver utama," ujarnya.
Muttakun menyebut, OPD merupakan mesin perangkat daerah yang menjadi penggerak utama pembangunan, terutama dalam mewujudkan visi dan misi kepala daerah.
Selama ini, kata dia, terdapat 11 OPD yang belum memiliki "driver utama" atau pimpinan definitif. Kondisi tersebut dinilai membuat kinerja organisasi tidak maksimal jika hanya mengandalkan Pelaksana Tugas (Plt).
"OPD adalah mesin perangkat daerah yang akan menggerakkan roda pembangunan terutama dalam mewujudkan visi dan misi Bupati Dompu," katanya.
Karena itu, Muttakun berharap pelantikan 11 pejabat eselon II tersebut dapat dilakukan paling lambat akhir Agustus. Selain pelantikan pejabat eselon II, dia juga berharap dilakukan promosi dan mutasi pada jabatan eselon III.
Penyegaran tersebut dinilai penting untuk menghadirkan energi baru dalam menjalankan roda birokrasi Pemkab Dompu.
"Kita berharap di akhir bulan Agustus ini bupati melantik 11 pejabat OPD tersebut," tutur Muttakun.
Sementara itu, Pj Sekda Dompu Khairul Insyan yang dikonfirmasi mengenai rencana pelantikan 11 JPT tersebut belum memberikan respons. Pesan singkat yang dikirim belum dijawab.
Adapun tiga besar hasil seleksi terbuka untuk posisi Asisten Administrasi Umum, yakni Mahjulan, Mujahidin, dan Soekarno.
Kepala BKD dan Pengembangan SDM, ada nama Abdul Suhud, Azuardana, dan Mohammad Fadilah.
Selanjutnya, Kepala Badan Kesbangpol, yakni Edyson, Zainal Afrodi, dan Zulkarnain.
Baca Juga: Kejari Dompu Periksa Kades Tekasire dan Kantongi Barang Bukti Sitaan
Tiga besar posisi Kepala BPBD, yakni Agus Irawan, Rini Nurdahniah, dan Wan Muhtajun.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah, yakni Laela Soraya, Mahjulan, dan Soekarno.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, yakni Mujahidin, Edyson, dan Sukarman. Kepala Dinas Koperasi, UKM, yakni M. Karwapi, Rahmat Hidayat, dan Wahyono.
Kemudian, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, yakni David, Suparman, dan Wan Muhtajun. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, yaitu David, Muhamad Susatio, dan Rahmat Hidayat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, yakni Irfan, Juliadin, dan Moh. Yassir Araffat. Terakhir, Sekretaris DPRD, yakni Anike Kusumawati, Dwi Erza Zily Surya Dharma, dan Furkan.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post