Dompu Kembangkan Industri Benang Pewarna Alami

Jelo Sangaji • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:55 WIB
Wabup Dompu Syirajuddin.
Wabup Dompu Syirajuddin.

LombokPost-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Dompu mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui pelatihan industri benang menggunakan pewarna alami. Kegiatan ini diikuti 40 peserta dari berbagai latar belakang profesi.

Pelatihan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026 tersebut berlangsung selama tiga hari, 26-28 Agustus. Pelatihan dibuka Wakil Bupati Dompu Syirajuddin di halaman SMK Kreatif We Save Dompu, Kelurahan Kandai Satu, Rabu (26/8).

Wabup Syirajuddin mengatakan, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda rutin Disperindag. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk keseriusan Pemkab Dompu dalam mendorong masyarakat menghadapi perubahan zaman sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.

"Pelatihan industri benang pewarna alami ini selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga merawat serta melestarikan warisan leluhur yang telah dititipkan sejak masa lampau," kata Syirajuddin.

Baca Juga: Ketua Dewan Minta Bupati Dompu Segera Lantik 11 JPT: Jangan Terlalu Lama OPD tanpa "Driver Utama"

Dia menjelaskan, pelaku usaha saat ini menghadapi persaingan pasar yang semakin terbuka. Pewarna sintetis yang relatif murah dan menghasilkan warna terang sebelumnya sempat menggeser penggunaan pewarna alami.

Namun, menurut Syirajuddin, penggunaan bahan alami memiliki nilai lebih karena lebih ramah lingkungan serta menghasilkan karakter warna yang unik.

"Padahal, banyak dari bahan kimia tersebut berbahaya bagi kesehatan, merusak lingkungan, dan menghasilkan warna yang tidak memiliki jiwa dan keunikan seperti warna alami," ujarnya.

Syirajuddin menilai perubahan tren pasar justru membuka peluang bagi produk berbahan pewarna alami. Permintaan terhadap produk ramah lingkungan disebut terus meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional.

"Sekarang zaman berubah, dunia sekarang berbalik arah. Permintaan terhadap produk pewarna alami semakin meningkat dari hari ke hari, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Inilah peluang emas yang sedang mengetuk pintu kita," jelasnya.

Baca Juga: Bule Italia Diduga Dilecehkan di Pantai Lakey Dompu, Pria Asal Bima Ditangkap

Dia berharap, pelatihan tersebut dapat menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Syirajuddin meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan menyerap materi yang diberikan para narasumber.

"Seraplah sebanyak-banyaknya materi yang disampaikan para narasumber dan ikutilah setiap sesi pelatihan dengan penuh perhatian, dengan ketekunan, kesabaran," harapnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Dompu Armansyah mengatakan, pelatihan berlangsung selama tiga hari dan diikuti 40 peserta.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar, seperti daun ketapang, daun jambu, daun mangga dan berbagai bahan alami lainnya sebagai pewarna benang.

Armansyah menyebut, penggunaan pewarna alami memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi lingkungan. "Produk kain yang dihasilkan juga dinilai memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk yang menggunakan pewarna sintetis," katanya.

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
industri benang pewarna alami Wabup Dompu Dompu