LombokPost-Warga Desa O’o, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, memblokade jalan, Senin (14/9). Aksi berlangsung di Dusun Langgentu dan Tanale.
Warga menuntut Pemkab Bima segera memperbaiki sekaligus mengaspal kembali jalan yang menjadi akses utama masyarakat Donggo dan sekitarnya.
Tak sekadar memblokade jalan, warga juga menanam pohon pisang di badan jalan. Aksi tersebut menjadi bentuk protes atas kondisi infrastruktur yang dinilai tak kunjung mendapat perhatian pemerintah.
Kerusakan jalan terlihat cukup parah. Aspal telah banyak terkelupas dan menyisakan lubang serta kerikil. Kondisi itu dinilai membahayakan pengendara, terutama ketika melintas pada malam hari.
“Jalan ini tidak layak untuk dilewati oleh masyarakat Donggo dan sekitarnya sebagai sentral Kecamatan Donggo,” kata Ketua Karang Taruna Desa O’o Buharis.
Baca Juga: Pembangunan Plaza Hybrid Kota Bima Mantika Butuh Rp 413 Miliar
Aksi tersebut dipelopori Karang Taruna, pemuda dan tokoh masyarakat Desa O’o. Warga menilai kerusakan jalan bukan lagi sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi telah berdampak terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Saat kemarau, debu dari badan jalan beterbangan hingga masuk ke rumah warga. Kondisi tersebut mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan.
“Jalan rusak ini membahayakan pengendara, terutama malam hari. Karena jalan sudah banyak berlubang,” terangnya.
Persoalan lain muncul saat musim hujan. Material berupa lumpur, kerikil, aspal dan tanah dari badan jalan berpotensi hanyut terbawa derasnya air menuju permukiman warga.
“ Kondisi jalan rusak ini sudah bertahun-tahun, namun tak kunjung diperbaiki,” ungkap Buharis.
Karena itu, warga mendesak Bupati Bima dan DPRD Kabupaten Bima segera mengambil langkah konkret. Mereka tidak hanya meminta pengaspalan, tetapi juga pembangunan sayap jalan.
Sayap jalan dinilai penting untuk menahan material badan jalan agar tidak terbawa air hujan dan masuk ke kawasan permukiman.
Aksi tersebut akhirnya mendapat respons Pemkab Bima. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima Taufik turun langsung menemui warga.
Taufik datang bersama Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima Supardi yang juga berasal dari Desa O'o. Mereka mendengarkan langsung keluhan serta tuntutan warga terkait kondisi Jalan Lintas Donggo.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post