Proyek Kampung Nelayan Tanjung Habiskan Rp 2,3 Miliar, Pemkot Bima Bidik Penguatan Ekonomi Pesisir

Jelo J • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:32 WIB
Tim KKP bersama Pemkot Bima meninjau lokasi pembangunan KNMP, Selasa (22/9). (Dok Diskominfotik Kota Bima)
Tim KKP bersama Pemkot Bima meninjau lokasi pembangunan KNMP, Selasa (22/9). (Dok Diskominfotik Kota Bima)

LombokPost-Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, mulai dikerjakan. Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemkot Bima meninjau langsung lokasi pembangunan, Selasa (22/9).

Peninjauan itu dihadiri perwakilan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KNMP wilayah Nusa Tenggara Suraji. Hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kota Bima Junaidin, Camat Rasanae Barat Idham, Lurah Tanjung Irwan, Danramil Rasanae Barat, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas.

Kepala Dislutkan Kota Bima Junaidin mengatakan, pembangunan KNMP merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kawasan pesisir. Program tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan sarana dan prasarana, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan adanya pembangunan Kampung Nelayan ini, kami berharap ekonomi masyarakat meningkat dan aktivitas UMKM semakin berkembang,” kata Junaidin.

Baca Juga: 6.147 Penerima Bansos di Bima Terindikasi Judol, Sape Tertinggi, 811 KPM Dipantau PPATK

Dia menjelaskan, program KNMP di Kota Bima tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi pemerintah daerah bersama KKP. Dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima serta Dislutkan dengan tim KNMP KKP pusat turut membuka peluang Kota Bima memperoleh alokasi anggaran pembangunan.

Untuk tahun anggaran 2026, terdapat dua lokasi KNMP yang mendapatkan alokasi pembangunan, yakni Kelurahan Tanjung dan Kelurahan Kolo. “Di tahun selanjutnya kita akan ditambah lagi anggaran lanjutan untuk pembangunan KNMP di dua lokasi tersebut, yaitu Tanjung dan Kolo,” ujarnya.

Pembangunan KNMP Tanjung dikerjakan CV Marangga Jaya Perkasa. Proyek tersebut berdasarkan kontrak/SPMK Nomor B.24784/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2026 tertanggal 3 September 2026. Nilai kontraknya mencapai Rp 2,32 miliar.

Junaidin menyebut, keberadaan KNMP di Tanjung juga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh. Selain menjadi kawasan aktivitas masyarakat nelayan, lokasi tersebut dinilai berpotensi dikembangkan sebagai ruang ekonomi sekaligus destinasi wisata pesisir.

“Tidak menutup kemungkinan ke depan kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata. Karena itu, pemanfaatannya harus dimaksimalkan dan bisa menjadi ikon bagi Kelurahan Tanjung,” katanya.

Sementara itu, pembangunan KNMP di Kelurahan Kolo telah dimulai beberapa pekan sebelumnya. Proyek tersebut dikerjakan CV Sinar Lima dengan nilai kontrak Rp 4,355 miliar. Pekerjaan tersebut berdasarkan kontrak/SPMK Nomor B.23741/DJPT.6/PI.420/PPK/VIII/2026 tertanggal 24 Agustus 2026.

Setelah meninjau lokasi pembangunan KNMP Tanjung, tim KKP bersama pemerintah daerah berdialog dengan masyarakat dan sejumlah pihak terkait. Dalam dialog tersebut, sejumlah masukan disampaikan, mulai dari optimalisasi kawasan, pengembangan UMKM, penguatan aktivitas ekonomi nelayan hingga peluang pengembangan sektor wisata di kawasan pesisir. "Kami mendorong agar pembangunan di dua lokasi KNMP tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan pemanfaatannya melibatkan masyarakat setempat," harap dia. 

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
kampung nelayan tanjung Kementerian Kelautan dan Perikanan KNMP Bima Pemkot Bima