LombokPost-Sebanyak 61 calon kepala desa (Cakades) dari 21 desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) siap mensukseskan pemilihan kepala desa (Pilkades) dengan damai. Deklarasi damai disampaikan depan Bupati KSB Amar Nurmansyah di halaman kantor bupati KSB, Graha Fitrah, Rabu (23/9).
Para cakades juga menandatangani kesepakatan bersama, menjamin pelaksaan demokrasi berjalan aman dan lancar. ''Saya harapkan komitmen ini bukan hanya sebatas tanda tangan di atas kertas, tapi harus benar-benar mampu dilaksanakan dan diwujudkan,'' tegas Bupati KSB Amar Nurmansyah, kemarin.
Dia menekankan, untuk menjaga kondusifitas, cakades diharapkan mengedepankan ide atau gagasan maupun program yang akan dilaksanakan jika mereka terpilih.
''Masing-masing calon perlu menunjukkan apa yang menjadi tawaran dan komitmennya kepada masyarakat sebagai bagian dari proses mendapatkan kepercayaan dan pilihan. Ini yang dikedepankan,'' ingatnya.
Baca Juga: Salahi Izin Tinggal, Delapan WNA China Diduga Pekerja Tambang Emas di KSB Dideportasi
Bupati mengingatkan, seluruh panitia Pilkades serentak harus berlaku jujur dan adil sesuai dengan asas yang telah ditetapkan. ''Pelaksanaan yang kondusif membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat, mulai dari penyelenggara, para calon kepala desa, hingga aparat keamanan,'' harapnya lagi.
Pilkades Serentak tahun ini juga menjadi pelaksanaan perdana pemungutan suara menggunakan sistem e-Voting di KSB. Sistem tersebut menggunakan data kependudukan sebagai basis dalam penyusunan daftar pemilih.
Menjelang pelaksanaan, Pemda KSB bersama pihak terkait menyiapkan berbagai tahapan persiapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan bagi panitia, hingga simulasi pemungutan suara di desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades. ''Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan sistem e-Voting dapat berjalan dengan baik saat pemungutan suara,'' ujar dia.
Adapun 21 desa yang akan menggelar Pilkades serentak tersebar di Kecamatan Taliwang, Brang Ene, Brang Rea, Seteluk, Poto Tano, Jereweh, Maluk dan Sekongkang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KSB Abdul Hamid mengatakan, deklarasi damai merupakan bagian dari persiapan menghadapi pelaksanaan Pilkades serentak. ''Deklarasi ini sebagai bukti nyata, jika semua calon kades memiliki komitmen yang sama, menjaga proses pemilihan tetap berlangsung secara damai dan kondusif,'' tambahnya.
Selain penandatanganan kesepakatan damai bersama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang diperagakan jajaran Polres Sumbawa Barat bersama Kodim 1628/Sumbawa Barat. Simulasi tersebut menggambarkan kesiapan aparat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama tahapan Pilkades berlangsung.
Editor : Jelo JSumber : Lombok Post