Gegara Sabu Hilang, Suami di Bima Tega Aniaya Istri

Jelo J • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:41 WIB
Ilustrasi. (Dok JPG)
Ilustrasi. (Dok JPG)

LombokPost-Seorang perempuan berinisial N, warga Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya, B. 

Dia dianiaya setelah beberapa paket sabu yang disimpan di rumahnya hilang.

N mengaku tak hanya dituding menjual sabu tersebut, tetapi juga dituduh memberikan barang terlarang itu kepada pria lain. Tuduhan tersebut kemudian memicu pertengkaran yang berujung dugaan kekerasan.

Pekerja Sosial Kemensos RI, Abdurahman Hidayat membenarkan adanya laporan tersebut. Korban N telah mendatangi UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bima, Agustus lalu.

"Korban sudah datang melapor, sekarang kasus itu sedang dalam proses," kata Abdurahman, Minggu (4/10).

Baca Juga: Gegara Kopi Obat Kuat, Istri di Bima Laporkan Suami atas Dugaan Persetubuhan

Menurut dia, saat melapor N l, menunjukkan sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuhnya bekas tindakan kekerasan suaminya. Berdasarkan keterangan N, dugaan kekerasan yang dilakukan suaminya bukan kali pertama. "Korban N mengaku telah berulang kali mendapat perlakuan kasar selama menjalani rumah tangga," ungkap dia.

Kekerasan terakhir terjadi ketika B mempertanyakan keberadaan beberapa paket sabu yang disimpan di rumah. N mengaku tidak mengetahui keberadaan barang tersebut.

Jawaban itu sontak membuat B emosi. Menurut pengakuan korban, B kemudian mengambil sebilah parang dan hendak membacoknya. N berusaha menghindar. Namun, tebasan parang tersebut mengenai rambutnya hingga sebagian rambut korban terputus.

Merasa tidak tahan dengan perlakuan tersebut, N kemudian meninggalkan rumah. Dia memilih menyelamatkan diri dan tinggal di rumah orang tuanya.

Abdurahman mengatakan, persoalan hilangnya sabu tersebut merupakan keterangan yang disampaikan korban saat membuat laporan. "Itu keterangan korban saat melapor," ujarnya.

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
Sabu kdrt Bima Penganiayaan