Kota Bima Darurat Kekeringan, 21 Kelurahan Krisis Air Bersih

Jelo J • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:12 WIB
Anggota Polres Bima Kota menyalurkan air bersih bagi warga Kelurahan Dara, Kota Bima, Rabu (7/10).
Anggota Polres Bima Kota menyalurkan air bersih bagi warga Kelurahan Dara, Kota Bima, Rabu (7/10).

LombokPost-Sebanyak 21 kelurahan di Kota Bima mengalami krisis air bersih akibat kekeringan. Pemkot Bima menetapkan status tanggap darurat kekeringan dan menyiapkan langkah percepatan distribusi air bagi warga terdampak.

Sekda Kota Bima Muhammad Fakhrunraji mengatakan, penetapan status tersebut harus diikuti langkah konkret, mulai dari pemetaan kebutuhan warga hingga optimalisasi armada pengangkut air bersih.

“Mulai hari ini (kemarin), kita tetapkan Kota Bima tanggap darurat kekeringan. Saya tugaskan Kepala Pelaksana BPBD untuk segera memproses Surat Keputusan (SK) tanggap darurat bencana dan membangun posko penanganan darurat kekeringan yang beroperasi selama 24 jam,” kata Fakhrunraji saat rapat koordinasi (rakor) di aula Maja Labo Dahu, Kantor Wali Kota Bima, Senin (19/10).

BPBD diminta segera memetakan wilayah terdampak, jumlah warga yang membutuhkan air, estimasi kebutuhan setiap wilayah, serta titik dan frekuensi distribusi. "Langkah ini diperlukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak ada wilayah yang terlewat," jelas dia.

Baca Juga: Pasutri dan Tiga Orang Diborgol dalam Operasi Bersih-bersih Sarang Narkoba di Bolo Bima

Pemkot Bima mencatat terdapat delapan unit mobil tangki yang bisa dimanfaatkan untuk mendistribusikan air bersih. Seluruh armada diminta segera diinventarisasi dan dipastikan dalam kondisi layak operasi. Pemkot juga akan menjajaki dukungan pihak swasta untuk menambah armada jika diperlukan.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tidak mendapatkan air. Pastikan seluruh masyarakat terdampak terlayani kebutuhan air bersihnya,” tegasnya.

Fakhrunraji mengingatkan, air yang disalurkan merupakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, bukan untuk diminum. "Informasi tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat agar air bantuan digunakan sesuai peruntukannya," ujarnya.

Penanganan juga akan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap OPD diminta menjalankan pembagian tugas untuk mendampingi 21 kelurahan terdampak, memantau kondisi lapangan, dan memastikan kebutuhan warga segera ditangani.

Pemkot turut mendorong dukungan pihak eksternal, termasuk Bank NTB, sektor swasta, Polres Bima Kota, dan unsur terkait lainnya. Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyiapkan delapan wadah tandon air untuk membantu pemenuhan kebutuhan warga.

Sebelumnya, Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin meminta distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dilakukan dua kali sehari untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air.

Dia menginstruksikan camat dan lurah aktif mendata wilayah yang mengalami kekurangan air, kemudian melaporkannya kepada BPBD agar segera ditindaklanjuti.

“Lurah dan camat harus hadir di tengah masyarakat. Kalian adalah ujung tombak pemerintahan. Turun langsung, lihat permasalahannya, dan segera atasi. Jangan sampai persoalan membesar baru ditangani,” kata Aji Man, sapaan akrab Wali Kota Bima.

Dia juga meminta BPBD memastikan pemetaan wilayah terdampak dan kelancaran distribusi air. Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar penanganan tidak terlambat dan bantuan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Penanganan kekeringan harus lebih terkoordinasi melalui pengoperasian posko selama 24 jam, pemetaan kebutuhan, optimalisasi mobil tangki, serta dukungan lintas sektor," pesan dia.

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
darurat kekeringan Kota Bima Bima Krisis Air Bersih