LombokPost – Kabar kurang menyenangkan bagi para pencinta drama Korea Perfect Crown.
Proyek perilisan Blu-ray Perfect Crown secara resmi dinyatakan batal total.
Keputusan pahit ini diambil setelah drama tersebut tergulung kontroversi berkepanjangan terkait distorsi sejarah yang memicu kemarahan publik di Korea Selatan.
Baca Juga: Sejarah Baru! Grammy Awards Resmi Tambah Kategori Musik Pop Asia untuk Tahun 2027
Melalui kafe penggemar (fan cafe) resminya pada Senin, 15 Juni 2026, tim promosi proyek Blu-ray Perfect Crown mengumumkan bahwa setelah mempertimbangkan berbagai situasi yang berkembang, mereka sepakat untuk tidak melanjutkan proyek produksi video fisik tersebut.
Tim promosi juga meminta dengan sangat kepada para penggemar agar tidak menyebarkan spekulasi liar atau informasi yang belum terverifikasi terkait pembatalan sepihak ini.
Padahal sebelumnya, menyusul berakhirnya masa penayangan drama, tim produksi sempat membuka sistem pemesanan awal (pre-order) Blu-ray pada 8 Juni 2026.
Langkah ini diambil demi merespons tingginya permintaan dari basis penggemar setia yang ingin mengoleksi video kualitas premium versi sutradara (director's cut).
Namun, gelombang protes dan sentimen negatif dari masyarakat luas ternyata jauh lebih besar dari yang diperkirakan.
Proyek ini akhirnya resmi tumbang karena gagal mengatasi reaksi penolakan yang terus membayangi serial tersebut sepanjang masa penayangannya.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Drama Korea Terbaru yang Siap Tayang Juni 2026
Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh dana dari sistem pemesanan awal (pre-order) yang sudah masuk dilaporkan akan dibatalkan secara sistematis dan dikembalikan penuh (refund) kepada para penggemar paling lambat pada 18 Juni 2026.
Perfect Crown sebenarnya merupakan salah satu proyek drama skala besar (blockbuster) yang paling dinantikan tahun ini.
Mengambil latar cerita unik di sebuah negara monarki konstitusional fiktif abad ke-21, drama ini sempat memicu antisipasi tinggi berkat jajaran pemeran utamanya yang bertabur bintang top, yakni IU dan Byeon Woo Seok.
Namun, begitu episode awal mengudara, antusiasme tinggi tersebut langsung berubah menjadi hujan kritik tajam.
Baca Juga: Wagub NTB Salurkan Dana Kompensasi Dampak Negatif untuk 8 Desa Sekitar TPA Kebon Kongok
Penonton tidak hanya mengkritik beberapa performa akting, melainkan menyoroti kesalahan fatal terkait ketidakakuratan penggambaran fakta sejarah Korea.
Salah satu adegan paling kontroversial yang menjadi pemicu utama kemarahan publik adalah prosesi penobatan karakter Pangeran Agung Ian.
Meskipun kerajaan fiktif dalam drama tersebut digambarkan sebagai penerus sah dari era Kekaisaran Raya Korea (Korean Empire), netizen jeli menemukan bahwa karakter tersebut justru mengenakan mahkota seremonial yang secara historis diasosiasikan dengan status negara bawahan (vassal state), bukan mahkota megah untuk seorang kaisar.
Baca Juga: Bank Indonesia Sebut BI Rate Dinaikkan demi Jaga Stabilitas Rupiah
Penonton juga mengkritik adegan di mana para pejabat istana meneriakkan kata "Cheonse" (salam hormat untuk pangeran/raja bawahan) alih-alih "Manse" (salam yang dikhususkan untuk kaisar agung).
Kesalahan fatal ini langsung memicu kritik luas dan viral di berbagai komunitas online.
Seiring bergulirnya efek bola salju kontroversi tersebut, sutradara Park Joon Hwa, penulis naskah Yoo Ji Won, hingga para aktor utama sebenarnya sudah merilis pernyataan maaf secara terbuka kepada publik. Namun, nasi sudah menjadi bubur.
Baca Juga: Siswa RLMS Chili House Community Rayakan Kelulusan Lewat Pentas Kreativitas dan Outing Edukatif
Noda distorsi sejarah terlanjur membayangi reputasi drama ini hingga akhir, yang kini berujung pada pembatalan proyek Blu-ray.
Keputusan ini menjadi titik akhir yang menyedihkan bagi drama bertabur bintang yang awalnya diprediksi akan menjadi mahakarya, namun justru kesulitan pulih akibat runtuhnya kepercayaan penonton.
Editor : Akbar Sirinawa