Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengenal Bloomberg New Economy, Forum Global yang Kini Libatkan Jokowi

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 24 September 2025 | 11:36 WIB
Penampilan Jokowi usai istirahat beberapa hari untuk pemulihan alergi kulit.
Penampilan Jokowi usai istirahat beberapa hari untuk pemulihan alergi kulit.

 

LombokPost - Masuknya Jokowi dalam jajaran Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy menimbulkan pertanyaan: apa sebenarnya forum ini?

Bloomberg New Economy lahir pada 2018. Forum ini didirikan Michael R. Bloomberg dengan tujuan menjembatani dialog di tengah dinamika ekonomi global yang berubah cepat.

Forum ini merespons pergeseran peta kekuatan ekonomi dari negara maju ke negara berkembang. Faktor pendorongnya adalah globalisasi, teknologi digital, dan demografi.

Komunitas Bloomberg New Economy kini berisi lebih dari 1.500 tokoh global. Mereka berasal dari kalangan pemerintahan, perusahaan, investor, hingga aktivis.

Setiap tahun, forum ini menggelar pertemuan di berbagai kota besar. Acara pernah berlangsung di Beijing, Marrakesh, Dublin, Panama City, São Paulo, hingga Singapura.

Tema utama forum biasanya menyoroti isu geopolitik, rantai pasok, perubahan iklim, serta strategi bisnis global. Tahun ini, forum akan digelar di Singapura pada 19–21 November dengan tema “Thriving in an Age of Extremes.”

Bloomberg New Economy menegaskan misinya: menghadapi tantangan global demi kemakmuran bersama. Hal ini meliputi kemitraan publik-swasta dan mobilisasi modal untuk kepentingan publik.

Dewan penasihat yang dibentuk April 2025 bertugas memberi arahan strategis. Jokowi dipercaya membawa perspektif negara berkembang yang tengah menanjak dalam ekonomi dunia.

Dengan rekam jejak Indonesia yang berhasil menjaga stabilitas pertumbuhan, Jokowi dianggap bisa memberikan pandangan praktis.

Kehadiran Jokowi memperkuat peran forum ini sebagai ruang dialog lintas negara dan lintas sektor.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Indonesia #dewan penasihat global #Jokowi #ekonomi dunia #Bloomberg New Economy