LombokPost-Mahfud MD mengutuk keras agresi militer yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Republik Indonesia ini menyampaikan, reaksi ini menjadi wajah dan sikap pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia.
“Pemerintah dan rakyat Indonesia mengutuk keras!” tegas Mahfud MD dikutip dari kanal YouTube Kompas, Minggu (5/11).
Tindakan pemerintah Israel dianggap sebagai perbuatan yang tidak mencerminkan nilai kemanusiaan. Kebuasan mereka telah mengakibatkan korban jiwa dari rakyat sipil yang tidak bersalah.
“Serangan Israel terhadap Gaza yang membabi buta di dalam waktu 27 hari saja, sudah menewaskan 10 ribu orang di mana setiap 10 menit 1 anak di bawah umur meninggal. Itu tindakan brutal!” tegasnya.
Mahfud meminta dunia internasional tidak hanya memberikan kecaman. Tetapi mengambil langkah konkret menghentikan kebuasan yang dilakukan Israel. “Dunia Internasional harus menindaklanjuti keputusan majelis PBB, Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah mengutuk agresi terhadap Gaza,” tegas Bakal Calon Wakil Presiden RI ini.
Pelaksaan resolusi gencatan senjata sangat mendesak. Jika tidak segera ditindaklanjuti, korban jiwa berjatuhan akan semakin banyak lagi.
“Jadi dunia internasional tidak terlalu banyak berdebat. Sekarang supaya mengambil tindakan,” harapnya.
Dalam keputusan majelis PBB menyetujui resolusi gencatan senjata terkait konflik perang di Gaza. Seruan gencatan senjata ini antara pasukan Israel dan militan Hamas di Gaza, Palestina.
Resolusi itu sebelumnya diajukan oleh Yordania atas nama negara Arab dalam sidang yang digelar Jumat 27 Oktober 2023 lalu. Sebanyak 120 suara mendukung, 14 menolak, dan 45 abstain.
Pemerintah Indonesia menyambut baik resolusi gencatan senjata kemanusiaan di Gaza. Kementerian Luar Negeri menyebut Indonesia termasuk salah satu yang mensponsori resolusi.
Dilansir dari laman resmi PBB, menyerukan resolusi gencatan senjata kemanusiaan yang segera, tahan lama, dan berkelanjutan antara pasukan Israel dan militan Hamas di Gaza. Sementara, Dewan Keamanan gagal pada empat kesempatan mencapai konsensus tentang tindakan apa pun.
Resolusi tersebut juga menuntut penyediaan pasokan dan layanan penyelamatan jiwa yang berkelanjutan, memadai, dan tanpa hambatan bagi warga sipil yang terperangkap perang.
“Pemerintah Indonesia konsisten seperti dikatakan presiden pertama RI Ir Soekarno bahwa Indonesia tidak akan punya hubungan diplomasi dengan Israel sebelum Palestina merdeka,” tegasnya dalam acara doa bersama untuk Palestina di Pondok Pesantren Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta.
Sementara itu dalam bait doanya, Mahfud mendoakan agar derajat umat Islam ditinggikan dan mendapat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa. “Muliakanlah kehidupan kaum muslimin, tinggikanlah derajat Islam di tengah-tengah dunia, tolonglah saudara-saudara kami kaum muslimin yang berjihad di Palestina,” katanya. (zad)
Editor : Redaksi Lombok Post