LombokPost—Keberadaan tiga relawan Medical Emergency Rescue (MER-C) asal Indonesia yang memilih bertahan di Palestina masih terus dicari.
MER-C secara resmi mengumumkan kabar hilangnya tiga relawan atas nama Fikri Rofiul Haq, Farid Zanzabil Al Ayyubi dan Reza Aldilla Kurniawan, Senin (13/11). Pihak MER-C juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk turut menelusuri keberadaan mereka.
Dalam laman resminya di Twitter, MER-C menulis jika mereka mulai hilang kontak dengan tiga relawan tersebut sejak Sabtu pukul 06.20 WIB. Para pemuda tersebut sehari-hari menjadi relawan di Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Sejumlah warganet di Tanah Air pun beramai-ramai menuliskan doa untuk keselamatan ketiganya di unggahan MER-C tersebut.
“Ya Allah berikanlah keselamatan pada saudara-saudara saya volunteer Mer-C dan seluruh rakyat Palestina di Gaza,” tulis akun @fafa8fauziah.
“Ya Allah, smoga segera terkoneksi lagi dengan 3 relawan hebat ini, mas fikri salah 1 relawan yg paling sering update kondisi gaza, hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir,” timpal akun @sintagold.
Diketahui, RS Indonesia di Gaza juga menjadi salah satu sasaran serangan agresif militer Israel. Ketua Presidium MER-C Dr Sarbini Abdul Murasi bahkan menulis surat terbuka ke Presiden Jokowi, Sabtu (11/11) meminta bantuan untuk keamanan dan keselamatan RS tersebut. Surat ini juga diunggah di media sosial MER-C.
Dr Sarbini menyampaikan RS Indonesia, aset nasional yang dibangun di Gaza bagian utara dengan dana rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang dibangun oleh tangan saudara sebangsa, pun tak luput menjadi sasaran. Israel telah menyebarkan berbagai tuduhan dan pembingkaian palsu untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia.
Saat ini tiga orang relawan MER-C warga negara Indonesia masih berada di Jalur Gaza di RS Indonesia untuk mengantarkan bantuan titipan masyarakat Indonesia kepada masyarakat Palestina di Jalur Gaza.
Rumah Sakit Indonesia kini berusaha bertahan dan beroperasi di tengah kegelapan dan kekurangan obat-obatan karena itulah satu-satunya harapan bagi masyarakat Gaza Utara untuk mencari perlindungan dan mengakses perawatan medis.(ksj)
Editor : Kimda Farida