LombokPost—Gencatan senjata yang terjadi antara Israel dan militer Hamas ternyata tidak berlaku dengan Hizbullah dan wilayah tepi Barat, Palestina.
Banyak pihak memprediksi medan perang di wilayah tersebut masih akan membara.
Diketahui, Hizbullah adalah organisasi politik dan paramiliter dari kelompok Syiah di Lebanon. Sejak meletusnya agresi brutal Israel ke Palestina, Oktober 2023 lalu, Hizbullah sudah menyatakan sikap perang melawan tentara zionis. Sikap angkat senjata terhadap zionis memang telah lama dilakukan Hizbullah.
Hizbullah kerap menembakkan roket dan rudalnya ke wilayah utara Israel. Kelompok militer yang didirikan pada tahun 1982 itu juga melakukan serangan darat ke pasukan zionis bersama tank-tank yang dikendarai di daerah perbatasan Lebanon-Palestina.
Serangan terbaru Hizbullah diantaranya terjadi pada Selasa (21/11) sore waktu setempat. Dalam siaran persnya, Hizbullah mengatakan para mujahidin dari pasukannya menyerang tentara Israel di pinggiran permukiman Al Manara. Mereka membidik dua peluru kendali yang menyebabkan tentara Israel terbunuh atau terluka.
Sebelumnya diberitakan terjadi kesepakatan gencatan senjata antara militer Hamas Palestina dan Israel pada Rabu (22/11).
Kedua belah pihak dilaporkan media Israel, Kodkod News menyepakati gencatan senjata selama lima hari, terhitung sejak Kamis (23/11). Hamas juga menyetujui, gencatan senjata ini akan diikuti pembebasan 50 sandera mereka dari kalangan perempuan dan anak-anak yang merupakan warga Israel.
Media Israel lainnya, Walla memberitakan jika gencatan senjata yang disepakati masing-masing pihak juga termasuk pengosongan langit Gaza di Palestina dari pesawat udara selama enam jam setiap harinya, mulai pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat. (ksj)
Editor : Kimda Farida