Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diam Diam Joe Biden Dorong Pasukan Israel Mundur

Alfian Yusni • Rabu, 10 Januari 2024 | 10:21 WIB
Presiden AS, Joe Biden bertemu dengan PM Israel, Netanyahu. (AP)
Presiden AS, Joe Biden bertemu dengan PM Israel, Netanyahu. (AP)

LombokPost-Presiden Joe Biden menyebut bahwa pada (9/1) kemarin Washington diam-diam meminta Israel untuk mulai menarik sejumlah pasukannya.

Krisis kemanusiaan yang luas telah memberikan tekanan khususnya pada Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel, untuk mendesak agar serangan tersebut dikurangi.

Setelah mendapat tekanan dari Amerika untuk meredakan serangannya, Israel mengatakan bahwa pasukannya kini beralih dari perang besar-besaran ke serangan yang lebih bertarget di Gaza utara dan mempertahankan pertempuran intensif di wilayah selatan.

Dikatakan bahwa pasukannya telah membunuh sekitar 40 pejuang Palestina dan menyerbu kompleks militan dan terowongan sejak Senin (8/1) di Khan Younis, kota utama di selatan.

Setelah sepekan mengalami kerugian yang relatif kecil, Israel mengatakan sembilan tentaranya tewas di Gaza, sebagian besar dari unit teknik yang beroperasi di terowongan Hamas. Hari itu menjadi hari paling mematikan dalam serangan darat yang dilakukan pasukan Israel dan membuat 187 tentara Israel tewas.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan 57 warga Palestina yang meninggal akibat serangan udara Israel dan 65 orang terluka telah tiba dalam 24 jam terakhir di rumah sakit Al Aqsa di pusat Jalur Gaza yang panjangnya 45 km (28 mil).

Kantor kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan bahwa jumlah korban sipil Palestina meningkat, tetapi kemampuan untuk mengobati mereka terus berada dalam bahaya.

Senin (7/1) Biden dihadapkan dengan para pengunjuk rasa yang meneriakkan “Gencatan senjata sekarang!" saat Ia berkunjung ke sebuah gereja di Carolina Selatan. Biden lantas mengatakan bahwa dirinya telah diam-diam berupaya mendorong Israel agar mengurangi serangannya dan keluar dari Gaza secara signifikan.

Pengeboman Israel yang tiada henti dan pembatasan akses kemanusiaan ke Gaza telah mendorong Afrika Selatan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional, menuduh Israel melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina. Sidang tersebut akan dimulai pada hari Kamis (11/1).

Sementara itu, milisi Hizbullah mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan drone peledak di sebuah pangkalan militer di Israel utara sebagai tanggapan atas pembunuhan tokoh senior Hizbullah Wissam Tawil, dan wakil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri di Beirut pekan lalu.

Wakil pemimpin Hizbullah, Naim Qassem dalam pidatonya mengatakan bahwa kelompoknya tidak ingin memperluas perang dari Lebanon, tetapi jika Israel memperluasnya maka respons yang diberikan tidak dapat dihindari dan mereka siap melawan.***

 

Editor : Alfian Yusni
#washington #hamas #Israel #presiden joe biden #amerika #gaza #Palestina