LombokPost--Petinggi milisi Houthi Yaman Abdul Malik Badr Al Din merespons serangan Amerika Serikat (AS) ke sejumlah fasilitas militernya, Kamis (11/1) malam waktu setempat.
Dalam siaran persnya, Abdul Malik mengatakan, apakah Amerika, Inggris, dan Zionis berharap bahwa tindakan agresif apa pun terhadap Yaman akan mengalihkan perhatian mereka dari membela Gaza, Palestina.
"Kami bersumpah, meski kami berubah menjadi atom yang tersebar di udara, kami tidak akan meninggalkan Gaza," katanya.
Milisi Houthi akan terus menargetkan kapal-kapal Zionis dan kapal-kapal yang menuju ke entitas Zionis. Mereka juga siap menghadapi Amerika dan membuatnya bertekuk lutut. Termasuk akan membakar kapal perangnya, seluruh pangkalannya, dan siapapun yang bekerja sama dengan AS.
"Tidak peduli berapa pun akibatnya, kami tidak akan meninggalkan Gaza. Biarkan perang besar ini berkobar, karena kita adalah rakyat dan orang-orangnya. Kepada rakyat kami, saudara-saudara kami, putra-putra kami, dan ayah-ayah kami di Gaza, kami bersama Anda. Anda tidak sendiri," ujar Abdul Malik dalam pernyataan resminya.
Dia melanjutkan, dunia harus bersiap mendengar kekalahan Amerika. Mereka akan melanjutkan aksi menyerang dan membakar kapal-kapal AS dan sekutunya.
"Saya mengatakan ini dengan penuh kebanggaan, kami akan menginjak-injak Amerika. Medan perang akan mengajarkan mereka yang tidak mengenal kita tentang kekuatan dan kehebatan kita. Kami tidak akan memperingatkan atau mengancam. Tunggu apa yang akan menyembuhkan hatimu," ancamnya. (ksj)
Editor : Kimda Farida