LombokPost--Jurnalis foto di Gaza, Palestina, Motaz Azaiza akhirnya mengumumkan dirinya bersedia dievakuasi melalui akun media sosialnya, salah satunya di X @azaizamotaz9, Selasa (23/1).
"Jadi, saya harus mengungsi karena banyak alasan. Anda semua tahu sebagian tapi tidak semuanya. Terima kasih semua. Berdoalah untuk Gaza," tulis Motaz di akun X nya.
Jurnalis berusia 24 tahun itu juga mengunggah video pamitannya. Dalam video berdurasi 1 menit 25 detik itu Motaz melepas rompi bertuliskan press yang kerap digunakan saat meliput kekejaman tentara Israel terhadap rakyat Palestina.
Saat berbicara di video tersebut, beberapa kali Motaz menghela nafas seakan dirinya berat untuk melepas rompi jurnalisnya dan meninggalkan kampung halamannya. Motaz akhirnya bersedia keluar dari Gaza di hari ke 107 agresi militer Israel ke Palestina.
"Ini mungkin hari terakhir kalian melihat saya mengenakan rompi ini karena saya telah memutuskan bersedia untuk dievakuasi," kata Motaz.
Namun pria yang kini menjadi tokoh global dan simbol harapan rakyat Palestina itu berjanji akan kembali ke kampung halamannya untuk membantu sesama. Momen haru kemudian tersuguhkan ketika di bagian akhir video muncul beberapa rekan Motaz yang membantunya melepas rompi persnya. Beberapa dari mereka bahkan memeluk erat Motaz dan menyemangatinya.
Video pamitan yang diunggah Motaz berhasil mengundang perhatian netizen dunia dan menjadi trending topik global. Mayoritas mereka setuju dengan keputusan yang diambil Motaz dan mendoakan Palestina akan kembali membaik. (ksj)