Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Momen Haru Iduladha di Atas Kapal! Rumah Sakit Terapung UEA Hibur Anak Gaza yang Terluka Perang

Alfian Yusni • Minggu, 8 Juni 2025 | 15:29 WIB
Untuk sejenak, mereka melupakan trauma perang. Mereka diajak merayakan Iduladha dalam suasana penuh cinta dan harapan. (istimewa)
Untuk sejenak, mereka melupakan trauma perang. Mereka diajak merayakan Iduladha dalam suasana penuh cinta dan harapan. (istimewa)

LombokPost - Ada tawa yang pecah, ada mata yang berbinar. Di atas kapal rumah sakit terapung UEA yang berlabuh di Pelabuhan Al Arish, Mesir, puluhan anak-anak Gaza yang menjadi korban luka akibat konflik.

Untuk sejenak, mereka melupakan trauma perang. Mereka diajak merayakan Iduladha dalam suasana penuh cinta dan harapan.

Pagi itu, ruang perawatan berubah menjadi taman bermain. Ada kegiatan melukis wajah, lomba kecil, permainan ringan, hingga pembagian hadiah Iduladha yang membuat anak-anak Gaza tertawa.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari cara rumah sakit terapung UEA membangun jembatan harapan. (istimewa)
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari cara rumah sakit terapung UEA membangun jembatan harapan. (istimewa)

Semua ini disiapkan oleh staf medis, relawan, dan tim pendukung Rumah Sakit Terapung UEA, sebagai bentuk dukungan psikologis dan terapi rehabilitasi yang menyentuh sisi kemanusiaan terdalam.

"Inisiatif ini adalah bentuk pesan kemanusiaan kami untuk membangkitkan semangat para pasien Gaza, terutama anak-anak, di hari-hari yang penuh makna seperti Iduladha," kata Dr. Omran Mohammed Alefari, Direktur Rumah Sakit Terapung UEA, dikutip dari The National News, Sabtu (7/6).

Rumah sakit ini bukan kapal biasa. Rumah sakit terapung UEA adalah bagian dari misi besar bertajuk Operasi Gallant Knight 3.

Meski terombang-ambing di pelabuhan, kapal ini teguh menjadi penopang kemanusiaan bagi mereka yang selama ini hidup di tengah dentuman senjata. (istimewa)
Meski terombang-ambing di pelabuhan, kapal ini teguh menjadi penopang kemanusiaan bagi mereka yang selama ini hidup di tengah dentuman senjata. (istimewa)

Operasi tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, sebagai jalur penyelamat medis bagi warga Palestina.

Kapal dengan kapasitas 100 tempat tidur ini telah menangani lebih dari 7.700 pasien Gaza, melakukan lebih dari 3.100 operasi, serta menyediakan 9.500 sesi fisioterapi, termasuk pemasangan 23 anggota tubuh palsu.

Tak hanya pengobatan fisik, kapal rumah sakit terapung UEA juga aktif memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak dan pasien.

 

Sebelumnya, saat Idulfitri, kapal ini membagikan baju baru dan bingkisan lebaran. Kini, semangat serupa kembali membuncah saat momen Iduladha.

"Kami ingin memastikan bahwa pasien tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga pulih secara mental. Anak-anak Gaza berhak merasakan kebahagiaan, walau sesaat, walau dari atas kapal," imbuh Dr. Alefari.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari cara rumah sakit terapung UEA membangun jembatan harapan.

Meski terombang-ambing di pelabuhan, kapal ini teguh menjadi penopang kemanusiaan bagi mereka yang selama ini hidup di tengah dentuman senjata.

Sejak berlayar dari Abu Dhabi Februari lalu, kapal rumah sakit terapung UEA telah menjadi simbol nyata bantuan kemanusiaan UEA untuk Palestina.

Didukung oleh Kementerian Pertahanan UEA, Departemen Kesehatan Abu Dhabi, dan Otoritas Pelabuhan Abu Dhabi, rumah sakit ini dioperasikan oleh lebih dari 100 tenaga medis dan administrasi, termasuk tim dari Indonesia.

Dan di tengah gemuruh dunia yang tak kunjung damai, anak-anak itu, walau hanya sekejap, boleh tersenyum.

Di atas kapal, mereka menemukan bukan hanya pengobatan, tapi juga pelukan hangat dari sesama manusia. (***)

Editor : Alfian Yusni
#UEA #anak-anak #gaza #Rumah sakit terapung #pasien