Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Maut di Tengah Bantuan: 4 Warga Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel Dekat Lokasi Distribusi di Rafah

Alfian Yusni • Senin, 9 Juni 2025 | 21:56 WIB
Militer Israel berdalih bahwa mereka hanya menembakkan tembakan peringatan ke arah sekelompok warga yang dianggap sebagai ancaman. (istimewa)
Militer Israel berdalih bahwa mereka hanya menembakkan tembakan peringatan ke arah sekelompok warga yang dianggap sebagai ancaman. (istimewa)

LombokPost - Lokasi distribusi bantuan di Gaza selatan kembali menjadi ladang maut. Empat warga Palestina dilaporkan tewas ditembak pasukan Israel saat mencoba mendekati pusat distribusi bantuan makanan di Kota Rafah, Gaza selatan, Minggu (8/6).

Insiden penembakan di Rafah ini menjadi yang terbaru dari serangkaian kejadian mematikan di sekitar lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang disebut-sebut mendapat dukungan dari otoritas Israel.

Warga menyebut situasi di lokasi distribusi bantuan semakin chaotic dan berbahaya, terutama di Rafah.

“Tempat yang seharusnya memberi harapan kini jadi perangkap kematian,” kata sejumlah warga.

Dalam sepekan terakhir, puluhan penembakan terjadi di area sekitar pusat distribusi bantuan di Gaza selatan.

Militer Israel berdalih bahwa mereka hanya menembakkan tembakan peringatan ke arah sekelompok warga yang dianggap sebagai ancaman. Namun faktanya, empat nyawa melayang pada Minggu pagi.

Paramedis Palestina mengevakuasi jenazah empat korban dari lokasi kejadian. Mereka sedang menuju pusat distribusi makanan yang dikelola oleh GHF, yang kini dikritik karena dianggap justru menjadi magnet kekerasan.

"Suamiku cuma ingin mengambil makanan untuk anak-anak kami. Kami bahkan tidak punya tepung di rumah," kata Sanaa Doghmah, istri dari Khaled (36), korban yang tewas tertembak di kepala. Khaled meninggalkan lima anak.

Sementara itu, militer Israel menyebut warga yang berada di area tersebut telah diperingatkan secara lisan untuk meninggalkan lokasi yang dianggap sebagai zona militer aktif.

Jam operasional lokasi distribusi disebut hanya berlaku pukul 06.00–18.00 waktu setempat. Namun kenyataannya, kekerasan terus terjadi di luar jam tersebut.

 

Dalam waktu 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat 104 korban tewas, termasuk lima orang di sekitar pusat distribusi bantuan di Gaza selatan dan tengah.

Kekerasan tak berhenti di situ. Di hari yang sama, militer Israel juga mengumumkan telah menemukan jasad komandan Hamas, Mohammad Shabana dan Mohammed Sinwar, dalam kompleks terowongan di bawah Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, Gaza selatan.

Brigjen Effie Defrin, juru bicara IDF, mengklaim terowongan tersebut merupakan pusat komando utama Hamas dan dibangun tepat di bawah ruang gawat darurat rumah sakit.

“Contoh paling nyata bagaimana Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng,” ujarnya.

Dalam penggerebekan itu, tentara Israel menunjukkan lorong sempit, parit, dan bunker yang digunakan sebagai tempat sembunyi militan Hamas.

Mereka juga menyita senjata, uang tunai, hingga dokumen penting yang kini dianalisis untuk kepentingan intelijen.

Baca Juga: F4 Reuni 2026? Konser 25 Tahun Meteor Garden Siap Bikin Nostalgia Meledak!

Israel menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari misi besar untuk "membubarkan Hamas secara total", terlebih setelah konfirmasi kematian Mohammed Sinwar, adik Yahya Sinwar, pemimpin tertinggi Hamas yang sebelumnya diklaim tewas.

Sampai saat ini, Hamas belum memberikan komentar resmi terkait kematian dua komandannya itu. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Bantuan #militer israel #Rafah #warga palestina