Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mencari Tahu Penyebab Pesawat Air India Jatuh yang Menewaskan Ratusan Penumpang, Cek Kata Pakar Aviasi Di Sini

Diwan Prima • Jumat, 13 Juni 2025 | 18:59 WIB
Ilustrasi pesawat Air India jatuh setelah lepas landas, Kamis, 12 Juni 2025.
Ilustrasi pesawat Air India jatuh setelah lepas landas, Kamis, 12 Juni 2025.

LombokPost - Pesawat Air India, Boeing 787-Dreamliner jatuh di Kota Ahmedabad, India, Kamis, 12 Juni 2025 pukul 13.39 waktu setempat menewaskan 260 penumpang dan kru pesawat.

Kabar ini mengejutkan publik di dunia. Soalnya, pesawat yang berusia 12 tahun itu baru lima menit takeoff dari bandara Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad.

Diijadwalkan, pesawat dengan Nomor Penerbangan AI 171 itu tiba di Bandara Gatwick, London, Inggris, pukul 18.25 waktu setempat.

Mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat tersebut, beberapa pakar aviasi dunia pun angkat bicara.

Melansir dari dailymail, Jumat, 13 Juni 2025, mantan pilot Angkatan Udara AS dan Konsultan Keselamatan Penerbangan Komersial, Letnan Kolonel John R Davidson, mengungkapkan, pesawat tersebut tampaknya telah mencapai kecepatan lepas landas.

Namun, menurut data penerbangan Air India itu belum mencapai ketinggian maksimal.

Menurut John R Davidson, kejadian tersebut menunjukkan rotasi mesin pesawat yang sangat lambat atau mesinnya malah mati sesaat setelah lepas landas.

"Ada sejumlah kemungkinan skenario: masalah daya dorong atau kinerja mesin, berat pesawat yang berlebihan, konfigurasi trim atau flap yang buruk, atau kegagalan yang lebih kritis yang memengaruhi kemampuan pesawat untuk menanjak," ungkap John R Davidson.

Jhon menambahkan, pembacaan ketinggian rendah dan kecepatan tinggi pada saat terakhir mungkin mengindikasikan lintasan hidung pesawat yang curam atau kejadian stall tepat setelah lepas landas.

Jhon pun mencontohkan kejadian pesawat jatuh itu mirip dengan kecelakaan pesawat seperti Penerbangan Spanair 5022 dan Penerbangan Flydubai 981.

"Di mana faktor mekanis atau lingkungan, dikombinasikan dengan kinerja daya angkat yang terganggu, menyebabkan hilangnya kendali selama atau tepat setelah lepas landas," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Keselamatan Lloyd's Register, Universitas York, Prof John McDermid mengatakan, pesawat Air India yang jatuh itu benar-benar mengejutkan publik.

Karena, pesawat itu jatuh sebelum pesawat mencapai ketinggian 200 meter.

"Jadi tampaknya masalah tersebut terjadi sangat tiba-tiba di bagian akhir putaran lepas landas, atau segera setelah lepas landa. Ckup serius hingga tidak dapat ditangani," ujarnya.

Prof John McDermid menambahkan, pilot dapat membatalkan lepas landas hingga cukup lama dalam putaran lepas landas.

Menurutnya, kejadian ini mengejutkan, soalnya tingkat redundansi dalam sistem dengan fakta pesawat ini dirancang untuk lepas landas hanya dengan satu mesin.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Kapten Saurabh Bhatnagar mengatakan kepada NDTV, rekaman yang beredar memperlihatkan penurunan pesawat yang mengerikan itu tampak seperti kasus beberapa kali tertabrak burung yang menyebabkan kedua mesin kehilangan tenaga.

"Lepas landasnya sempurna  Dan, saya yakin, sebelum roda pendaratan dinaikkan, pesawat mulai turun, yang hanya dapat terjadi jika mesin kehilangan tenaga atau pesawat berhenti menghasilkan daya angkat," jelasnya.

Diketahui, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India menilai tidak ada indikasi bahwa turbulensi atau kondisi cuaca lainnya menjadi faktor dalam kecelakaan pesawat tersebut.

Walau demikian, pilot pesawat itu sempat
mengirimkan panggilan mayday beberapa saat sebelum tragedi itu terjadi.***

Editor : Pujo Nugroho
#penumpang #Pesawat Air India jatuh #penyebab