LombokPost – Pesawat Saudi Airlines SV-5276 yang membawa jemaah haji Indonesia dari Jeddah ke Jakarta, diteror bom kemarin. Akibatnya, pesawat tersebut harus mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief mengungkapkan sebanyak 442 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter asal Depok, Bekasi berada di dalam pesawat itu.
Kabar itu membuat publik terkejut dan mengkhawatirkan kondisi para jemaah yang sedang di dalam pesawat itu.
Hilman Latief menambahkan, ancaman bom di pesawat tersebut pun menjadi perhatian Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Hilman Latief mengungkapkan, jemaah haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang 12 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 12) diistirahatkan di hotel setempat.
Selain itu, Hilman menambahkan bahwa jemaah asal Kota Depok itu juga sudah mendapatkan fasilitas konsumsi.
“Kami harap jemaah tetap tenang, tidak panik dan mempercayakan penanganan masalah kepada pihak berwenang. Kami harap jemaah juga bisa segera kembali ke pangkuan keluarganya dengan sehat dan rasa bahagia,” paparnya.
Pihaknya pun menyerahkan kepada orotitas Bandara terkait prosedur pengamanan pesawat di Bandara Kualanamu.
“Pengecekan kondisi jemaah dan barang bawaannya dilakukan sesuai dengan peosedur yang berlaku,” sambungnya.
Walau demikian, Hilman mengaku bersyukur setelah membaca keterangan Kapolda Sumut, Irjen Wishnu Hermawan Februanto bahwa bardasarkan hasil pemeriksaan, dinyatakan pesawat itu steril dari benda bermuatan bom.
“Prosedur pengamanan diserahkan pada otoritas terkait di Bandara Kualanamu, baik pihak kepolisian, maskapai dan otoritas bandara,” ujarnya.
Untuk saat ini, Hilman mengungkapkan bahwa PPIH Arab Saudi terus melakukan koordinasi dengan pihak Saudia Airlines terkait dengan rencana penerbangan jemaah haji Indonesia.
Hilman menambahkan, Kemenag terus berkoordinasi dengan pihak Saudia Airlines untuk tetap menjaga ritme penerbangan pemulangan jemaah di kelompok terbang berikutnya.
Terpisah, Kepala Kemenag Depok, Enjat Mujiat mengatakan seluruh jemaah haji yang berada di pesawat yang diteror bom itu sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
"In sya Allah kalau jam 10.55 tiba di Bandara perkiraan estimasi ke Bekasi itu asrama haji sekitar 2 jam lah Atau jam 2-an gitu, atau setengah 2. Jadi perkiraan dari Bekasi asrama haji ke Depok itu jam 3-4," ungkap Enjat Mujiat, Rabu, 18 Juni 2025.***
Editor : Siti Aeny Maryam