Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harta Karun Raksasa Ditemukan, Jimat hingga Ratusan Patung Mahal Bangkit Setelah 100 Tahun Terkubur!

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 20 Juni 2025 | 22:33 WIB

Harta Karun Terkubur 100 Tahun: Kuil Apollo Muncul Lagi di Siprus.
Harta Karun Terkubur 100 Tahun: Kuil Apollo Muncul Lagi di Siprus.

Harta Karun Raksasa Terkubur 100 Tahun: Kuil Apollo Muncul Lagi di Siprus!

 

Siprus, 14 Juni 2025

LombokPost - Setelah terkubur selama lebih dari satu abad, sebuah kuil kuno yang dipuja sebagai Sanctuary of Apollo (Tempat Suci Apollo) akhirnya kembali melihat cahaya.

Penemuan arkeologi spektakuler ini menambah daftar penemuan situs kuno terbesar di Siprus tahun 2025, sekaligus membuka tabir rahasia harta karun mahal yang lama terkubur di lembah terpencil Frangrissa.

Tempat suci ini pertama kali tercium jejaknya pada tahun 1885 oleh arkeolog Jerman, Max Ohnefalsch-Richter.

Kala itu, dunia arkeologi geger dengan klaim penemuan salah satu situs pemujaan Dewa Apollo paling megah di kawasan Mediterania.

Sayangnya, kegembiraan itu berumur pendek — penggalian terburu-buru dan tanpa dokumentasi memadai membuat situs ini kembali ditimbun dan hilang dari peta sejarah lebih dari seratus tahun lamanya.

“Tempat suci ini dipenuhi dengan kelimpahan patung persembahan yang jumlahnya mencapai ratusan, beberapa di antaranya berukuran kolosal,” ungkap Departemen Purbakala Siprus dalam pernyataan resmi yang diterjemahkan dari bahasa Yunani ke Inggris.

Setelah nyaris seratus empat puluh tahun tertidur, pada tahun 2021 tim arkeolog Jerman kembali datang ke Frangrissa.

Dengan teknologi modern dan metodologi penggalian yang lebih teliti, mereka menggali ulang dan menyingkap artefak bersejarah yang dipercaya berasal dari 2.700 tahun lalu.

Hasilnya tidak main-main: ratusan patung persembahan, manik-manik kaca marmer, hingga jimat Mesir kuno yang terbuat dari faience — tembikar berlapis glasir timah — diangkat satu per satu dari perut bumi.

“Selain itu, ditemukan juga jenis benda persembahan lain yang sebelumnya tidak diketahui, seperti manik-manik kaca marmer atau jimat Mesir yang terbuat dari faience,” lanjut pernyataan tersebut.

Di antara tumpukan artefak, para peneliti mendapati potongan kaki patung berukuran raksasa.

Fragmen ini membuktikan bahwa pada masa Arkaik, para pemuja Apollo di Siprus pernah mendirikan figur pria kolosal yang tingginya jauh melampaui ukuran manusia biasa.

“Jenis patung yang sama sekali baru juga berhasil didokumentasikan dan sebelumnya tidak diketahui dari Frangrissa. Penemuan potongan kaki berukuran jauh lebih besar dari ukuran manusia, misalnya, membuktikan keberadaan patung pria berukuran kolosal dari zaman Arkaik,” bunyi pernyataan tersebut.

 

Patung mahal di kuil Siprus yang berhasil ditemukan para peneliti.
Patung mahal di kuil Siprus yang berhasil ditemukan para peneliti.

Penemuan Sanctuary of Apollo ini semakin memperkaya koleksi Museum Siprus dan Museum Royal Ontario di Toronto, yang selama ini memajang patung-patung tanpa bagian yang utuh.

Kini, potongan-potongan baru tersebut menjadi kunci restorasi agar bentuk aslinya kembali seperti semula.

“Banyak patung di Museum Siprus dan Museum Royal Ontario di Toronto bisa dilengkapi dengan pecahan baru ini sehingga dapat dikembalikan ke bentuk aslinya,” tambah Departemen Purbakala Siprus.

Tak hanya patung, dua alas prasasti juga ditemukan di dasar beberapa patung besar.

Penanggalan prasasti ini mengarah pada abad ke-6 dan ke-7 sebelum Masehi.

Yang menarik, salah satunya bertuliskan karakter lokal Cypro-Syllabic, sementara yang lain menyinggung nama Ptolemeus, penguasa Hellenistik Mesir yang pernah memerintah Siprus.

“Penemuan dua alas dengan prasasti ini sungguh spektakuler. Salah satunya berisi beberapa karakter lokal Cypro-Syllabic, sedangkan yang lain menggunakan huruf Yunani dan menyebut Ptolemaios, para penguasa Hellenistik Mesir yang juga menguasai Siprus pada masa itu,” tulis pihak berwenang dalam laporan resmi.

Kini, penemuan Sanctuary of Apollo di Siprus 2025 bukan hanya menambah daftar situs arkeologi spektakuler dunia, tetapi juga menegaskan satu hal: sejarah, betapapun dalamnya terkubur, selalu punya cara untuk kembali ke permukaan.

Bagi masyarakat Siprus, kuil ini bukan sekadar peninggalan; ia adalah simbol bahwa warisan budaya bisa terpendam lama, namun tetap hidup menunggu saatnya terungkap.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#misteri kuil apollo hilang #harta karun kuno siprus ditemukan #penemuan kuil apollo siprus 2025 #penemuan patung kolosal yunani siprus #penemuan prasasti ptolemeus siprus #situs arkeologi siprus 2025 #penemuan sejarah spektakuler siprus #sanctuary of apollo frangrissa terbaru #berita penemuan situs kuno 2025 #artefak mesir kuno di siprus