Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Putuskan Tangguhkan Kerja Sama dengan IAEA, Protes Serangan Nuklir AS-Israel

Redaksi Lombok Post • Rabu, 25 Juni 2025 | 22:43 WIB

PERANG PECAH: Israel gempur fasilitas nuklir Iran.
PERANG PECAH: Israel gempur fasilitas nuklir Iran.
LobokPost--Ketegangan Iran dengan badan nuklir PBB makin memanas. Parlemen Iran resmi menyetujui RUU untuk menangguhkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Keputusan ini diambil sebagai respons atas resolusi IAEA yang dianggap bermotif politik dan memfasilitasi agresi Israel-Amerika terhadap fasilitas nuklir Iran.

Dalam sidang yang digelar Rabu waktu setempat, anggota parlemen menyepakati seluruh ketentuan RUU penangguhan kerja sama dengan IAEA.

“Inspektur IAEA tidak diizinkan memasuki Iran hingga keamanan fasilitas nuklir dan aktivitas nuklir damai dijamin,” tegas Alireza Salimi, anggota dewan pimpinan parlemen.

Baca Juga: Melihat Perkembangan Terkini Kondisi Jemaah Haji Indonesia Gagal Kembali ke Tanah Karena Perang Iran Dengan Israel

RUU kerja sama Iran-IAEA ini diperkuat dengan pernyataan keras Juru Bicara Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf. Ia menuding IAEA tidak netral karena gagal mengutuk serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, terutama oleh AS dan Israel. Ia menyatakan bahwa program nuklir damai Iran justru akan dipercepat.

“Dengan skeptisisme tinggi, kami tak percaya pada janji-janji kosong. Kami siap menanggapi setiap agresi, dengan jari di pelatuk,” tegas Qalibaf dilansir Press TV.

Qalibaf juga menyentil Israel yang dinilai gagal menghentikan pengayaan uranium Iran, bahkan kehilangan dominasi militernya akibat serangan balik Teheran. Ia juga menyebut sistem pertahanan Iron Dome telah runtuh akibat respons ofensif Iran yang makin tajam.

Baca Juga: Kevin Diks Terjebak di Doha! Ledakan Dahsyat Iran-Israel Bikin Transit Pemain Timnas Indonesia Kacau

Tak hanya itu, Iran juga mempertimbangkan melarang masuk Kepala IAEA, Rafael Grossi, yang dinilai memihak Barat dan mendukung serangan terhadap Iran. Beberapa anggota parlemen mendesak Dewan Keamanan Nasional Tertinggi untuk segera menindaklanjuti langkah tersebut.

Ketegangan makin meningkat setelah Dewan Gubernur IAEA mengeluarkan resolusi anti-Iran yang disusun oleh Inggris, Prancis, dan Jerman, serta didukung AS.

Resolusi itu menuduh Iran tidak patuh terhadap kewajiban pengamanan—klaim yang langsung ditolak Teheran. Hanya Rusia, China, dan Burkina Faso yang menolak resolusi tersebut.

Baca Juga: Ikut Serang Iran Trump Jilat Ucapannya Sendiri, Sudah 450 Rudal dan 1.000 Drone Iran Tembus Israel

Pasca resolusi tersebut, Iran meningkatkan kapasitas sentrifugal dan mengumumkan pengembangan fasilitas baru, termasuk di pabrik pengayaan Fordow. Iran juga menyoroti serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz dan Isfahan yang tidak dikutuk oleh IAEA, meski jelas melanggar hukum internasional.

Langkah tegas Iran memutus kerja sama dengan IAEA dipandang sebagai sinyal keras terhadap tekanan internasional dan simbol kedaulatan energi nuklir nasional.

Editor : Redaksi Lombok Post
#iaea #nuklir #Israel #iran