Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Trump Klaim Israel Sepakati Gencatan Senjata di Gaza, Hamas Beri Sinyal Positif

Redaksi Lombok Post • Rabu, 2 Juli 2025 | 23:39 WIB

GEMBIRA: Warga Gaza merayakan dengan melambaikan bendera Palestina di jalan merayakan gencatan senjata, Minggu (19/1).
GEMBIRA: Warga Gaza merayakan dengan melambaikan bendera Palestina di jalan merayakan gencatan senjata, Minggu (19/1).
LombokPost -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mencuri perhatian dengan mengklaim bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata di Gaza selama 60 hari. Klaim ini datang setelah Trump sebelumnya menyatakan berhasil mendorong gencatan senjata Israel-Iran.

Lewat unggahan di Truth Social, Trump menyebut bahwa Amerika akan bekerja sama dengan Qatar dan Mesir untuk memastikan proposal gencatan senjata ini bisa diterima semua pihak.

“Saya berharap Hamas menerima kesepakatan ini, karena ini demi perdamaian,” tulis Trump, Selasa (2/7).

Gencatan senjata Israel-Hamas ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh Tel Aviv. Namun, petinggi Hamas Taher al-Nunu menegaskan pihaknya terbuka terhadap proposal perdamaian, selama Israel benar-benar menghentikan agresinya di Jalur Gaza.

Baca Juga: Pejabat Gaza Temukan Pil Opioid Hancur dalam Tepung Bantuan AS-Israel, Duga Serangan Terencana pada Kesehatan Publik

“Hamas siap menyetujui usulan apa pun jika persyaratannya benar-benar mengakhiri perang secara penuh,” kata al-Nunu dalam wawancara dengan BBC.

Sinyal kuat tentang keinginan warga Israel agar konflik Gaza segera berakhir juga datang dari hasil survei Institut Demokrasi Israel.

Mayoritas responden menginginkan gencatan senjata dan tak lagi mempercayai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang dinilai gagal memberikan solusi damai maupun militer yang memadai.

Netanyahu sendiri dijadwalkan bertemu dengan Donald Trump di Gedung Putih pada Senin (7/7). Pertemuan ini terjadi di tengah tekanan domestik dan internasional yang memuncak.

Baca Juga: Free Palestine, Artis Cantik Zaskia Mecca Bersama 9 Orang Perwakilan Indonesia Gabung Global March To Gaza

Tekanan itu tidak hanya terkait masa depan perang di Gaza, tapi juga menyangkut situasi keamanan regional, terutama hubungannya dengan Iran.

Dari dalam negeri, Netanyahu terjepit antara dua arus besar. Faksi sayap kanan dalam pemerintahannya mendesak untuk melanjutkan perang dan menghancurkan Hamas, tanpa negosiasi.

“Tak perlu mediator. Hamas harus dihancurkan,” tegas Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Sebaliknya, sejumlah menteri menyerukan pendekatan diplomatik demi pembebasan 50 sandera yang tersisa di Gaza.

Menteri Kesejahteraan Ya’akov Margi mengatakan negosiasi tidak menunjukkan kelemahan, tapi kekuatan negara.

Baca Juga: Tayang 12 Juni, Film Hayya 3: Gaza Dibintangi Oki Setiana Dewi, Nonton Sambil Bersedekah untuk Palestina!

Dalam beberapa hari terakhir, Netanyahu mulai melunak, dengan memberi isyarat bahwa pembebasan sandera kini menjadi fokus utama, bukan lagi penghancuran total Hamas. Ia juga menyebut operasi militer terhadap Iran telah membuka celah diplomatik baru, yang bisa dimanfaatkan dalam perundingan regional dan pertemuan dengan Trump.

Editor : Redaksi Lombok Post
#gencatan senjata #hamas #Israel #Bezalel Smotrich #gaza