Pemimpin Vatikan tersebut mengecam "kebiadaban" perang di wilayah Palestina dan memperingatkan terhadap "penggunaan kekuatan yang sembarangan."
Permintaannya ini menyusul serangan mematikan pasukan Israel tiga hari sebelumnya terhadap sebuah gereja Katolik di Gaza, yang mengakibatkan lebih dari selusin korban jiwa.
Gereja Keluarga Kudus, satu-satunya gereja Katolik di Gaza, menjadi sasaran serangan mematikan Israel pada hari Kamis.
Baca Juga: Mengenal Paus Leo XVI: Profil, Pandangan, dan Dukungan Potensial untuk Palestina
"Saya sekali lagi mendesak agar kebiadaban perang segera diakhiri dan agar konflik ini diselesaikan secara damai," tegas Paus Leo di Castel Gandolfo, kediaman musim panas kepausan di dekat Roma.
Paus Leo secara khusus mengutuk serangan terhadap Gereja Keluarga Kudus, yang menampung sekitar 600 pengungsi, yang sebagian besar adalah anak-anak, termasuk banyak penyandang disabilitas dan berkebutuhan khusus.
"Tindakan ini, sayangnya, berkontribusi pada serangan militer yang sedang berlangsung terhadap penduduk sipil dan tempat-tempat ibadah di Gaza," ujar Leo pada hari Minggu.
"Saya mengimbau masyarakat internasional untuk menegakkan hukum humaniter dan menghormati kewajiban melindungi warga sipil, serta menahan diri dari hukuman kolektif, penggunaan kekuatan tanpa pandang bulu, dan pemindahan paksa penduduk," tegasnya.
Baca Juga: Paus Leo XIV Terpilih, Menag RI Sambut Pesan Damai Dunia
Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa telah mengindikasikan bahwa serangan Israel terhadap gereja yang menampung warga Palestina yang terlantar tersebut dapat merupakan kejahatan perang.
Pada hari Jumat, kantor hak asasi manusia PBB menyerukan penyelidikan atas serangan Israel terhadap gereja tersebut. Seorang juru bicara kantor PBB, Thameen Al-Kheetan, mengatakan serangan terhadap situs keagamaan yang menampung warga sipil yang terlantar menimbulkan kekhawatiran serius akan "pelanggaran hukum internasional" dan dapat diklasifikasikan sebagai "kejahatan perang."
Pada hari yang sama, para pemimpin gereja Katolik dan Ortodoks Yunani mengunjungi Gereja Katolik Keluarga Kudus untuk menilai kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan Israel.
Baca Juga: Iran Siap Tempur Jika Israel Langgar Gencatan Senjata
Kardinal Pierbattista Pizzaballa, didampingi oleh Patriark Ortodoks Yunani Theophilos III, melaporkan bahwa Paus Fransiskus secara pribadi menyampaikan keprihatinannya selama kunjungan mereka ke gereja tersebut.
“Paus Leo menegaskan bahwa sudah waktunya untuk menghentikan pembantaian ini, bahwa apa yang telah terjadi tidak dapat dibenarkan, dan kita harus berupaya untuk memastikan tidak ada korban lagi,” ujar Pizzaballa kepada Vatican News.
Editor : Redaksi Lombok Post