LombokPost - Bagi Go Kyoung-min, seorang perawat di Rumah Sakit Severance, Seoul, waktu adalah hal paling mewah yang bisa diberikan kepada kedua putrinya.
Sejak anak kembarnya lahir pada 2021, dia sering diliputi rasa bersalah karena tidak bisa hadir di momen-momen kecil kehidupan mereka.
Tetapi, semua mulai berubah ketika rumah sakit tempatnya bekerja menerapkan sistem kerja empat hari.
”Aku bisa menjemput mereka dari daycare. Dulu mereka senang dijemput kakek-neneknya. Sekarang, mereka menantiku,” tutur Go seperti dilansir dari Al-Jazeera.
RS Severance yang Pertama
Langkah progresif RS Severance jadi yang pertama di Korea Selatan (Korsel). Perusahaan seperti Kakao VX dan Cafe24 mulai mencoba skema serupa, Di sektor pemerintahan, Provinsi Gyeonggi bahkan meluncurkan proyek pilot kerja empat setengah hari untuk instansi dan UKM.
Diperkenalkan pada 2023
Diperkenalkan pada 2023, program kerja empat hari di Korsel merupakan hasil kesepakatan antara manajemen dan serikat pekerja.
Karyawan yang ikut serta mendapat jatah tiga hari libur setiap pekan, dengan potongan gaji sekitar 10 persen. Rotasi berlangsung selama enam bulan, lalu kembali ke jadwal lima hari.
Hasilnya? Bukan hanya berdampak positif bagi kehidupan pribadi para pekerja, melainkan juga terhadap sistem kerja secara keseluruhan.
Laporan dari Korea Worker Institute mencatat penurunan tingkat pengunduran diri perawat baru dari 19,5 persen menjadi hanya 7 persen. Jumlah cuti sakit pun menurun, tanda kesejahteraan meningkat.
Kebijakan ini mungkin masih menjadi pengecualian di Korsel. Negara yang tercatat sebagai salah satu dengan jam kerja terpanjang di dunia. Yakni, rata-rata 1.865 jam per tahun. (lyn/dns/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam