Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyebutnya sebagai tindakan "terorisme negara".
Kementerian Luar Negeri Qatar (MFA) mengeluarkan pernyataan resmi hari ini, yang merangkum poin-poin penting dari konferensi pers Selasa malam.
Pernyataan tersebut memperkuat kecaman perdana menteri dan menekankan sikap Doha terhadap pelanggaran terang-terangan Israel terhadap kedaulatan dan norma-norma hukum internasional.
PM Qatar menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengancam keamanan regional dan melanggar kedaulatan negara-negara tetangga.
"Tindakan barbar ini hanya mencerminkan barbarisme orang ini, yang menyeret kawasan ini ke tempat yang sayangnya tidak dapat diperbaiki." ujarnya.
Al Thani, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar, lebih lanjut menegaskan bahwa negara Qatar tidak akan menoleransi "pelanggaran kedaulatan, integritas teritorial, atau keamanannya."
Diplomat tinggi Qatar tersebut mengecam keras Netanyahu karena sebelumnya menyatakan niatnya untuk membentuk kembali kawasan Asia Barat.
Al Thani mempertanyakan apakah tindakan sembrono Israel terbaru dimaksudkan sebagai ancaman untuk membentuk kembali negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia.
Bulan lalu, Netanyahu mengatakan bahwa ia merasakan keterikatan yang mendalam dengan "visi" "Israel Raya" ini, yang merujuk pada wilayah Palestina yang diduduki Israel serta sebagian Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon, dan menggambarkannya sebagai "misi historis dan spiritual."
Pejabat Qatar tersebut membantah klaim bahwa negara Qatar telah menerima pemberitahuan sebelumnya dari Amerika Serikat sebelum serangan Israel. Ia menekankan bahwa panggilan pertama dari seorang pejabat Amerika datang sepuluh menit setelah serangan.
PM Qatar berjanji akan membalas Israel atas serangannya di Doha.
“Qatar berhak untuk menanggapi serangan terang-terangan ini dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menanggapinya,” tambahnya, seraya menambahkan bahwa tim hukum telah dibentuk untuk menangani tanggapan negara Teluk tersebut.
Israel menyerang sebuah gedung di Doha pada hari Selasa, tempat para pejabat gerakan perlawanan Palestina sedang membahas proposal gencatan senjata Gaza.
Enam orang tewas dalam serangan itu, termasuk putra dan ajudan pemimpin senior Hamas, Khalil al-Hayya. Seorang petugas keamanan Qatar juga tewas dalam serangan itu.
Agresi Israel menuai banyak kritik dari para pemimpin dunia, kelompok perlawanan regional, serta banyak organisasi internasional dan keagamaan.(*)