Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Serangan di Gaza Utara Tewaskan 53 Warga Palestina,Trump Utus Menlu AS Temui Netanyahu

Lombok Post Online • Selasa, 16 September 2025 | 15:06 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Di medan perang, penduduk sipil bukan hanya berkutat dengan desingan peluru.

Mereka juga kelaparan karena Israel memblokade Gaza. Minggu (14/9), pasukan Israel menewaskan 53 warga Palestina di Gaza. Mereka ingin merebut sisi utara kota. 

Penduduk kalang kabut saat serangan tiada henti.

Baca Juga: Serangan Israel di Gaza Utara Tewaskan 53 Warga Palestina, Warga Sipil Dilanda Kelaparan

“Kami tidak tahu harus ke mana,” kata salah satu pengungsi Palestina Marwan al-Safi. 

Selain itu, dua warga Gaza yang meninggal karena kekurangan gizi.

Total sebanyak 422 orang meninggal karena kelaparan menurut Kementerian Kesehatan.  

Baca Juga: Satgas Garuda Merah Putih II Pulang, Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Gaza

Sebenarnya penduduk Israel, terutama keluarga sandera, sudah jengah dengan keputusan pemerintahnya.

Einav Zangauker, ibu dari tawanan Israel, Matan Zangauker, menyalahkan Netanyahu yang egois.

“Mengapa Perdana Menteri bersikeras menggagalkan kesepakatan apapun yang hampir terwujud,” katanya. 

Baca Juga: Israel Serang Gedung-gedung Tinggi di Gaza, Warga Diminta Mengungsi, Relawan RI Salurkan Bantuan

Sebenarnya di dalam negeri, perdana menteri terlama Israel itu menghadapi masalah hukum.

Netanyahu dituduh melakukan korupsi dan mempertahankan kekuasaan. 

Di hari yang sama Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Minggu (14/9) waktu setempat.

Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan internasional terkait perang Israel dengan Palestina yang tak kunjung berakhir.

Pertemuan tersebut digelar setelah serangkaian kegagalan upaya gencatan senjata sejak akhir 2023.

Israel berulang kali menolak perpanjangan maupun kesepakatan damai, meski Hamas beberapa kali menyatakan kesediaan. 

Mei 2024, Hamas kembali menerima perjanjian damai, namun ditolak Israel yang justru menginvasi Rafah.

SELAMATKAN DIRI: Warga Palestina yang berada di Gaza menuju wilayah selatan untuk mengungsi setelah digempur pasukan Israel.
SELAMATKAN DIRI: Warga Palestina yang berada di Gaza menuju wilayah selatan untuk mengungsi setelah digempur pasukan Israel.

Pada September, Netanyahu mengajukan syarat baru, yakni penguasaan Koridor Philadelphia yang menghubungkan Gaza dan Mesir, yang langsung ditolak Hamas dan Kairo.

Langgar Kesepakatan

Awal 2025, Presiden AS Donald Trump sempat menekan Israel agar menerima gencatan senjata bertahap.

Namun, pada Maret, kesepakatan itu kembali dilanggar oleh Israel.

Situasi semakin tegang ketika perundingan di Doha, Qatar, diguncang serangan bom Israel yang menewaskan sejumlah petinggi Hamas, memicu tuduhan sabotase proses damai.

Pulangkan Sandera

Kunjungan Rubio ke Israel untuk memulangkan sandera.

Dia diutus Trump untuk menemukan cara agar bantuan kemanusiaan sampai ke warga sipil.

Namun, dia tetap menuding Hamas dan menyebut kelompok ini tidak boleh eksis.

“Fokus saya mengatasi ancaman yang ditimbulkan Hamas,” katanya seperti dilansir dari ABC News. 

Baca Juga: Amerika Larang Presiden Palestina Hadiri Sidang PBB, Tentara Israel Kian Intens Serang Gaza

Kunjungan Rubio ini membuat Israel makin percaya diri.

"Saya pikir kunjungannya ke sini merupakan bukti ketangguhan dan kekuatan aliansi Amerika-Israel, yang sama kokoh dan kuatnya dengan batu-batu Tembok Barat yang baru saja kita sentuh," kata Netanyahu. (lyn/gas/r3)

Editor : Kimda Farida
#hamas #Israel #gaza #qatar #trump