Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Presiden Prabowo Pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Indonesia Kembali Tampil Setelah 10 Tahun Absen

Redaksi Lombok Post • Minggu, 21 September 2025 | 23:17 WIB

Portugal, Inggris, Kanada, dan Prancis siap akui Negara Palestina dalam Sidang Umum PBB September mendatang. (ilustrasi)
Portugal, Inggris, Kanada, dan Prancis siap akui Negara Palestina dalam Sidang Umum PBB September mendatang. (ilustrasi)
LombokPost --Setelah satu dekade absen, Indonesia kembali hadir secara langsung dalam Sidang Majelis Umum PBB. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato penting pada Selasa (23/9) mendatang, dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat.

Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York, pada Sabtu (20/9) sekitar pukul 16.50 waktu setempat. Dalam agenda ini, ia didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Menurut Seskab Teddy, Presiden Prabowo akan berpidato pada urutan ketiga, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat.

"Sesuai jadwal yang diterima, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat," ungkap Teddy, kemarin (21/9).

Kehadiran Presiden Prabowo di forum tertinggi PBB ini dianggap sebagai momentum penting bagi Indonesia.

Selain menegaskan kembali posisi Indonesia di kancah global, forum ini juga menjadi panggung untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang.

"Sidang Majelis Umum tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia, tidak hanya untuk kembali tampil di level tertinggi pada forum PBB, namun juga untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South yang konsisten menyuarakan agenda reformasi tata kelola dunia agar lebih adil dan inklusif," papar Teddy.

Dalam pidatonya, salah satu poin utama yang akan ditekankan adalah isu kemerdekaan Palestina, sebuah isu yang telah lama menjadi perhatian utama diplomasi Indonesia. 

Kedatangan Presiden Prabowo disambut hangat oleh para diaspora Indonesia, termasuk mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di AS. Glory Lamria, seorang mahasiswa Columbia University, mengaku merasa bangga dengan kehadiran Presiden Prabowo.

"Yang pertama tentunya saya merasa bangga Presiden kita selama kurang lebih 10 tahun terakhir akhirnya bisa berkunjung ke New York dan menyampaikan aspirasi warga Indonesia secara general," ujar Glory.

Hal senada juga disampaikan oleh Dimas, mahasiswa New York University. Ia merasa bangga karena Indonesia mendapat kesempatan untuk berbicara di depan para pemimpin dunia.

"Bangga sih, karena kan denger-denger juga kita urutan ketiga kan. Kita bisa berbicara di depan negara-negara penting lainnya, sebagai mahasiswa saya bangga sih," ungkap Dimas.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Presiden Prabowo #Palestina #Sidang Umum PBB 2025