LombokPost - ADA yang menyebut Israel tak kunjung disanksi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) karena mereka diserang dulu.
Sedangkan Rusia menyerang Ukraina duluan, sehingga hanya dalam hitungan hari tim nasionalnya langsung dilarang berpartisipasi.
Tapi, anggapan itu dengan gampang digugurkan. Israel yang memulai perang dengan Iran Juni lalu. Dan pekan lalu, Negeri Yahudi itu juga menyerang Qatar.
Karena itu, desakan makin kencang agar kedua organisasi sepak bola tersebut segera menjatuhkan sanksi kepada Israel. Desakan tersebut direspons UEFA.
Mengutip Iran Observer, UEFA dilaporkan akan menggelar voting di antara anggota mereka besok (23/9) untuk menentukan keputusan mendepak Israel dari UEFA saat ini.
Tidak hanya timnas Israel, tapi juga klub-klub Negeri Zionis tersebut yang bermain di dalam kompetisi di bawah bendera UEFA.
Diperkirakan hanya dua sampai tiga negara yang tidak sepakat dengan rencana pendepakan Israel itu.
Standar Ganda
Legenda Manchester United Eric Cantona termasuk yang keras menyerukan agar UEFA dan FIFA mencoret Israel dari sepak bola. Tidak hanya di Eropa, tetapi juga di dunia.
Cantona membandingkan sanksi yang didapat Rusia dari UEFA dan FIFA hanya dalam hitungan hari setelah menyerang Ukraina tiga tahun lalu.
Tapi kini, sampai lebih dari 700 hari apa yang oleh Amnesty International disebut sebagai genosida di Gaza, UEFA dan FIFA belum juga menghukum Israel.
Baca Juga: Timnas Spanyol Tolak Israel Ikut Piala Dunia 2026, Soroti Standar Ganda FIFA dan UEFA
“Mengapa harus ada standar ganda? FIFA dan UEFA harus menghukumnya (Israel). Klub-klub mana pun harus menolak main melawan klub-klub Israel, dan pemain-pemain saat ini harus menolak lawan tim Israel,” seru Cantona dalam Together for Palestine, konser amal di Stadion OVO Arena, Wembley, London, Inggris, seperti dikutip dari BBC.
Saat ini Israel masih mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA. Di Grup I, Israel berada segrup dengan Norwegia, Italia, Estonia, dan Moldova.
Ketikas melawan Israel di Nagyerdei Stadion, Debrecen, Hungaria, pada 9 September lalu, para pendukung skuad asuhan Gennaro Gattuso tersebut membalikkan badan saat lagu kebangsaan Israel berkumandang.
Para suporter Norwegia pun diyakini bakal melakukan hal serupa saat menjamu Israel di Stadion Ullevaal, Oslo, 12 Oktober mendatang.
Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) sudah menyatakan akan mendonasikan hasil dari penjualan tiket laga tersebut untuk Doctors Without Borders (MSF) yang ada di Gaza.
“Laga ini (lawan Israel) dimainkan di dalam konteks yang ditandai dengan penderitaan kemanusiaan yang parah. Kami tidak mungkin mengabaikan itu,” ucap Presiden NFF Lise Klaveness. (ren/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida