LombokPost--Perselisihan soal bayar minuman berakhir ricuh berdarah di antara tiga Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di sebuah kapal ikan di Korea Selatan (Korsel).
Ketiganya terlibat konflik yang berujung hingga melibatkan senjata tajam.
Kantor Polisi Kelautan Gunsan, Jeonbuk, telah menahan dan menyerahkan seorang ABK berinisial A, 40-an tahun ke kejaksaan dengan tuduhan percobaan pembunuhan.
Dua ABK lainnya, B dan C (keduanya 20-an tahun), juga dilaporkan ke pihak berwajib dengan tuduhan penganiayaan.
Baca Juga: Gubernur NTB Tinjau Perbaikan Jalan Rusak Berat di Sumbawa Barat dan Lombok Timur
Peristiwa konflik senjata tajam ini terjadi di Pelabuhan Bieung, Gunsan.
Berdasarkan investigasi, akar masalahnya adalah perselisihan bayar minuman.
Para ABK tersebut sebelumnya telah sepakat untuk split bill alias berbagi biaya setelah pesta minuman keras bersama.
Namun, keesokan harinya, masalah pembayaran itu memicu debat panas yang berujung pada konflik fisik di atas kapal.
Baca Juga: Peradi Mataram Proses Oknum Pengacara Diduga Peras Zaini Arony
Dalam aksi saling serang itu, A diduga menghunuskan senjata tajam dan menikam bagian perut B.
Sebaliknya, B dan C juga melakukan pemukulan terhadap A hingga menyebabkan luka-luka.
Insiden konflik senjata tajam di kalangan ABK Indonesia di luar negeri ini kembali menyoroti pentingnya pengendalian emosi.
Baca Juga: Tim Pengacara Tetap Berkeyakinan Radiet Bukan Pelaku Pembunuhan Vira di Pantai Nipah
“Untuk tersangka A, kami menilai ada niat membunuh yang kuat. Sementara B dan C telah mengakui tindakannya,” jelas seorang petugas Kepolisian Kelautan Gunsan, seperti dilansir Jeollailbo. Pihak berwenang menegaskan akan meningkatkan pengawasan untuk mencegah terulangnya konflik serupa di kalangan pekerja asing.
Editor : Kimda Farida