LombokPost - Pergeseran ekonomi global dari Barat ke Timur, dan dari Utara ke Selatan, semakin nyata. Bloomberg New Economy menegaskan bahwa negara berkembang kini memegang peran vital.
Indonesia termasuk di dalamnya. Melalui penunjukan Jokowi sebagai anggota Dewan Penasihat Global, peran itu semakin mendapat pengakuan internasional.
Bloomberg menilai negara berkembang mampu mempersempit kesenjangan pembangunan. Faktor kuncinya adalah akses pada pendidikan, teknologi, perdagangan, dan investasi.
Jokowi dianggap representatif. Selama kepemimpinannya, Indonesia berhasil memperkuat infrastruktur, menarik investasi asing, dan menjaga stabilitas politik.
Ia membawa pengalaman negara berkembang dalam menghadapi tantangan global, mulai dari geopolitik hingga rantai pasok.
Forum Bloomberg New Economy membutuhkan suara dari kawasan seperti Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Suara itu diperlukan agar solusi yang dihasilkan tidak bias negara maju.
Dewan penasihat global ini diisi tokoh multinasional. Namun kehadiran Jokowi menambah warna karena ia pernah mengelola negara dengan 270 juta penduduk dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Masuknya Jokowi menegaskan bahwa peran Indonesia di panggung dunia makin strategis. Bukan hanya sebagai pasar besar, tapi juga sebagai motor pertumbuhan.
Dengan tema “Thriving in an Age of Extremes”, forum tahun ini akan menjadi ujian bagaimana kolaborasi lintas negara bisa merespons tantangan global.
Jokowi diharapkan memberi pandangan jangka panjang: bagaimana negara berkembang bisa menjadi bagian solusi, bukan hanya objek dari kebijakan dunia.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin