LombokPost – Mantan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, menyambut positif langkah pemerintah menetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota politik Indonesia. Ia menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto menandatangani peraturan presiden tentang status baru IKN merupakan langkah penting dalam menata pusat pemerintahan secara menyeluruh.
“Saya kira sangat bagus, Bapak Presiden telah memutuskan,” kata Jokowi, Jumat (26/9).
Menurutnya, penetapan ini akan memastikan seluruh lembaga negara—baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif—berada dalam satu kawasan strategis di IKN. Dengan begitu, koordinasi dan penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan lebih efisien dan terintegrasi.
“Artinya, kelembagaan-kelembagaan semuanya akan berada di IKN sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Jokowi menekankan pemindahan ibu kota bukan hanya persoalan lokasi, tetapi juga strategi jangka panjang untuk memperkuat demokrasi Indonesia. Konsentrasi pusat kekuasaan di IKN diyakini akan menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
“Kita harapkan nanti insyaallah betul-betul 2028 kita benar-benar siap dan pindah bersama-sama ke IKN,” tutur Jokowi.
Ia juga optimistis bahwa langkah ini akan membawa demokrasi Indonesia ke tingkat yang lebih matang. Keberadaan seluruh lembaga negara di satu wilayah akan mempermudah sinergi, mempercepat proses politik, dan memperkuat legitimasi keputusan pemerintahan.
“Ya kita harapanlah sesuai dengan rencana besar yang ada dahulu,” kata Jokowi.
Mantan presiden dua periode itu menambahkan, keputusan ini sejalan dengan visi besar yang telah dirancang sejak awal proyek IKN diluncurkan. Nusantara tidak hanya akan menjadi pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga simbol kemajuan politik Indonesia yang modern dan inklusif.
“Kita harapkan sesuai perencanaan besar yang ada dahulu, bahwa IKN betul-betul menjadi ibu kota politik,” ujarnya.
Dengan target perpindahan penuh pada 2028, Jokowi optimistis bahwa momentum politik Indonesia akan menemukan wajah baru—lebih terstruktur, efisien, dan berorientasi pada masa depan.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin