Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tolak Tuntutan Trump, Korsel Sebut Tak Sanggup Bayar Investasi USD 350 Miliar Tunai

Redaksi Lombok Post • Minggu, 28 September 2025 | 23:54 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump direncanakan mengunjungi Korea Selatan (Korsel) pada 31 Oktober–1 November mendatang. 
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump direncanakan mengunjungi Korea Selatan (Korsel) pada 31 Oktober–1 November mendatang. 
LombokPost -- Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menolak klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyatakan bahwa Seoul akan membayar komitmen investasi senilai USD 350 miliar secara langsung dan tunai sebagai imbalan pengurangan tarif impor.

Pihak Seoul menegaskan bahwa melakukan pembayaran sebesar itu dalam waktu singkat akan membuat negara rentan menghadapi krisis moneter.

Penasihat Keamanan Negara Korsel, Wi Sung-Iac, menjelaskan bahwa klaim Trump mengenai penyaluran semua komitmen investasi senilai USD 350 miliar secara langsung tidak masuk akal. Menurutnya, jumlah tersebut mustahil dikeluarkan dalam waktu singkat.

"Ini bukan soal strategi negosiasi. Tapi, secara realistis hal yang tidak mungkin dilakukan,” ujarnya, sesuai lansiran Reuters kemarin (28/9).

Korsel sebenarnya telah mencapai kesepakatan untuk mengurangi tarif impor ke AS pada Juli lalu, dari ancaman sebesar 25% menjadi 15%. Namun, kesepakatan itu belum ditandatangani karena adanya perbedaan pendapat mengenai pengelolaan dana investasi.

Pihak Korsel menghendaki investasi tersebut disalurkan dalam bentuk pinjaman, garansi pinjaman, dan saham. Sementara pihak AS menginginkan pengelolaan dana investasi sesuai dengan keinginan mereka. Wi Sung-Iac menegaskan bahwa pihaknya masih mencari alternatif yang dapat memuaskan pihak AS. Namun, opsi untuk memberikan dana senilai total USD 350 miliar secara tunai jelas di luar kemampuan negara.

"Kami sedang mencari solusi,” tuturnya.

Pekan lalu, Presiden Lee Jae Myung juga menjelaskan bahwa pemindahan dana sebesar itu akan mengancam ekonomi negara. Sebagai perbandingan, cadangan devisa Korea Selatan saat ini bernilai sekitar USD 410 miliar. Otoritas Seoul berharap Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Korsel bulan depan dapat menjadi tempat penandatanganan kesepakatan dagang dengan AS.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Korea Selatan akan memberikan dana investasi USD 350 miliar di muka, menjadikannya salah satu kemenangan dari strategi perang dagang rezimnya. Ia juga menambahkan, "Jepang juga berjanji investasi USD 550 miliar. Semuanya dibayar di depan,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#bea masuk #trump #Korsel