Baliho tersebut menampilkan foto Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, beberapa pemimpin Arab moderat, Presiden Indonesia, serta Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Pesan yang tertulis pada baliho berlogo Abraham Shield itu berbunyi:
"Yes to Trump's Plan – GET IT DONE." Baliho tersebut terpasang di sejumlah lokasi di Tel Aviv, Israel, dan dalam berbagai ukuran.
Foto papan iklan itu langsung ramai di media sosial, dengan banyak pihak mempertanyakan alasan kemunculan Prabowo dalam baliho tersebut.
Menanggapi dugaan pengakuan dan dukungan Indonesia pada Israel akibat baliho tersebut, Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa posisi Indonesia sangat jelas terkait konflik Palestina dan Solusi Dua Negara.
"Hal itu seperti yang pernah ditegaskan Menlu RI bahwa visi apa pun terkait Israel harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," ungkapnya di Jakarta, Selasa (30/9).
Yvonne menegaskan bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel—baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya—kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Kemarahan publik terhadap papan iklan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, saat berpidato di sesi debat Sidang Majelis Umum (SMU) PBB pada Selasa (23/9) lalu, Prabowo sempat melontarkan pernyataan yang dinilai mendukung negara Zionis tersebut.
Saat itu, Prabowo menegaskan Indonesia siap mengakui Israel dan mendukung jaminan keamanannya, setelah Palestina memperoleh kemerdekaannya dan diakui sebagai negara oleh Israel. Pernyataan ini disampaikan Presiden dalam dua kesempatan berbeda saat menghadiri rangkaian SMU PBB di New York.
Pertama, saat berpidato di High-level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution pada 22 September. Kedua, di dalam pidato Debat Umum SMU ke-80 PBB.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post