Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

7 Juta Orang Demo Trump, Demo Digelar di 2.100 Kota

Lombok Post Online • Senin, 20 Oktober 2025 | 14:56 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Rumahnya di Flint, Michigan, terpisah jarak dari Washington DC sekitar 10 jam perjalanan darat. Dan, itu jelas menjadi tantangan secara fisik bagi seorang perempuan sepuh berusia 70 tahun.

Namun, Peggy Cole, perempuan tersebut, antusias menempuh jarak sejauh itu bersama sejumlah kawan karena ia ingin bergabung dengan demonstrasi No Kings di ibu kota Amerika Serikat tersebut pada Sabtu (18/10) siang waktu setempat.

Ia merasa harus melakukannya karena saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, adalah “periode yang menakutkan” bagi Negeri Paman Sam.

“Menurut saya, (Trump) mengambil alih pemerintahan dan demokrasi, dan kemudian menghancurkannya sedikit demi sedikit, pelan tapi pasti, jika kita hanya duduk dan tak melakukan apa-apa,” kata Cole, seorang pensiunan pegawai pemerintah kepada CNN.

Di Atlanta, Joan Press juga tergerak oleh alasan yang sama. “Kita ini negara demokrasi. Dan, di dalam demokrasi, orang bebas untuk berpendapat. Dan, kami tak akan mau dibungkam,” katanya.

Ada sekitar 7 juta warga AS lainnya yang sependapat dengan Cole dan Press.

Mereka tersebar di lebih dari 2.100 kota di seluruh 50 negara bagian, termasuk juga di wilayah seberang lautan AS seperti Guam, Kepulauan Mariana Utara, dan Puerto Rico.

Tak terkecuali di kawasan dekat Florida, kota tempat kediaman Trump berada. Mereka turun ke jalan memprotes Trump yang dianggap semakin otoriter.

Di Houston, yang sepertiga penduduknya merupakan imigran dan keturunannya, spanduk dibentangkan dan yel-yel kecaman diteriakkan.

“Perangilah ketidaktahuan, bukan imigran,” bunyi salah satu spanduk.

Simbolisasi Kuning

Trump merespons demonstrasi No Kings dengan cara mengejek. Ia mengunggah video buatan kecerdasan buatan (AI) tanpa disertai caption atau keterangan tertulis di akun Truth Social miliknya, yang memperlihatkan dirinya sebagai raja. Meskipun, seperti dikutip dari AFP, ternyata video tersebut milik akun X @Xerias_X.

Politikus Partai Republik itu tampak menaiki pesawat tempur bertuliskan “King Trump”. Lalu dari atas pesawat, presiden dua periode tersebut melemparkan sesuatu yang tampak seperti kotoran ke arah demonstran.

Pemerintahan Trump dan sejumlah petinggi Partai Republik menuding, demonstrasi No Kings dilakukan oleh “radikal sayap kiri yang destruktif.” Namun, Indivisible Project, organisasi di balik No Kings, menegaskan bahwa aksi tersebut anti-kekerasan. Mereka juga telah melatih ribuan orang untuk menjaga keamanan serta melakukan deeskalasi.

Demonstrasi No Kings di ibu kota Amerika Serikat tersebut karena warga merasa di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, adalah “periode yang menakutkan” bagi Negeri Paman Sam terjadi Sabtu (18/10).
Demonstrasi No Kings di ibu kota Amerika Serikat tersebut karena warga merasa di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, adalah “periode yang menakutkan” bagi Negeri Paman Sam terjadi Sabtu (18/10).

Sejumlah demonstran mengenakan atribut serba kuning. Bagi mereka, kuning adalah simbol persatuan dan merujuk pada aksi nirkekerasan lainnya.

“Kuning itu cerah, pengingat yang jelas bahwa jutaan dari kami berdiri bersama dalam keyakinan bahwa Amerika milik rakyatnya, bukan para raja,” tulis sebuah flyer di situs resmi No Kings.

Sejak kembali berkuasa di Gedung Putih pada Januari, Trump telah memperluas cakupan kekuasaan presiden. Ia menggunakan perintah eksekutif untuk membubarkan sebagian pemerintahan federal dan mengerahkan pasukan Garda Nasional ke kota-kota AS, meskipun ada keberatan dari gubernur negara bagian.

Protes tak cuma terjadi di kota-kota di AS, tetapi juga di Berlin, Jerman; Madrid, Spanyol; Roma, Italia; dan London, Inggris. Pemandangan serupa terjadi pula di Toronto, Kanada, di mana para demonstran di dekat konsulat AS melambaikan tanda-tanda termasuk “Jangan Sentuh Kanada”. (idr/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Demonstrasi #Amerika Serikat #trump #demokrasi