Aksi pencurian ini terjadi tak lama setelah Louvre buka, diperkirakan antara pukul 09.30–09.40 waktu Paris. Para pelaku tidak masuk melalui pintu utama, melainkan melalui sisi samping Galeri Apollo, yang ironisnya hanya berjarak sekitar 800 meter dari markas polisi.
Komplotan tersebut menggunakan gerinda untuk menggergaji sudut jendela dan mengakses Galeri Apollo, tempat koleksi bekas Kerajaan Perancis disimpan. Mereka kemudian menggunakan tangga panjang untuk memanjat ke area target.
"Yang pasti, kami telah gagal. Di tengah kota Paris, di tengah hari, seseorang bisa menempatkan alat pengangkat furnitur dan naik untuk mengambil perhiasan tak ternilai harganya dalam hitungan menit," kata Menteri Kehakiman Gerard Darmanin kepada Radio France Inter, seperti dikutip dari AFP kemarin (20/10).
Pelaku Menyamar sebagai Pekerja
Kawanan pencuri diduga beranggotakan empat orang. Dua di antaranya mengenakan rompi kuning yang menyamar sebagai pekerja museum, sementara dua lainnya mengendarai skuter.
Dari ruang koleksi, pelaku membawa kabur delapan perhiasan bernilai sejarah tinggi. Di antaranya adalah: kalung zamrud dan berlian pemberian Napoleon Bonaparte kepada istri keduanya Marie Louise; mahkota Permaisuri Eugenie juga istri Napoleon, yang bertabur hampir 2.000 berlian; serta kalung Ratu Marie-Amelie yang dihiasi delapan safir dan 631 berlian.
Intervensi cepat staf museum membuat pencuri melarikan diri sebelum sempat membawa seluruh targetnya. Mahkota Permaisuri Eugenie terjatuh dan telah diamankan petugas.
Sejumlah peralatan yang digunakan dalam aksi itu ditemukan di lokasi. "Mereka meninggalkan perlengkapan mereka ketika menyadari staf museum mulai bereaksi," ujar pernyataan resmi Kementerian Kebudayaan Perancis.
Aksi yang Mempermalukan Perancis
Sebanyak 60 petugas telah dikerahkan untuk memburu para pelaku. "Segala hal tengah dikerjakan untuk menangkap para pelaku," kata Presiden Perancis Emmanuel Macron.
Presiden Balai Lelang Drouot Patrimoine Alexandre Giquello menilai barang curian itu mustahil dijual dalam kondisi aslinya. "Nilai sejarah dan keunikan desain membuatnya sangat mudah dilacak," katanya.
Bobolnya Louvre jelas sangat mempermalukan Perancis, apalagi sebelumnya sudah ada dua museum lain yang koleksinya juga digasak pencuri.
Ini merupakan pencurian pertama di Louvre sejak 1998 dan menjadi pencurian paling spektakuler sejak lukisan Mona Lisa menghilang pada 1911. The Guardian menyebut tindak kejahatan itu langsung merembet ke ranah politik, di mana Pemimpin Sayap Kanan Jordan Bardella menyudutkan Macron.
"Perampokan ini merupakan penghinaan yang tidak tertahankan bagi negara kita. Sejauh mana kerusakan ini akan berlanjut," ucapnya.
Editor : Redaksi Lombok Post