Api menjalar cepat melalui perancah bambu yang menyelimuti gedung-gedung tinggi yang sedang direnovasi. Sedikitnya 36 orang tewas dan 279 lainnya belum ditemukan.
Kebakaran bermula pukul 14.51 waktu setempat dari Wang Cheong House, lalu merembet dalam hitungan menit.
Suhu ekstrem membuat petugas kesulitan mencapai atap gedung 31 lantai itu meski sudah berjibaku hampir sepuluh jam.
Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee Ka-chiu menyampaikan belasungkawa dan mengaktifkan tim respons darurat. Seluruh kegiatan kampanye pemilu dihentikan.
Keluarga penghuni menunggu dengan cemas di balai komunitas sambil membawa papan bertuliskan nama anggota keluarga yang hilang.
“Saya tidak tahu apakah ia masih di dalam atau sudah dibawa ke rumah sakit,” kata pria bermarga Fung yang mencari ibu mertuanya.
Presiden Xi Jinping turut memerintahkan upaya penuh memadamkan api dan meminimalkan korban.
Situasi makin kacau saat hotline darurat banjir telepon. Warga yang berhasil turun hanya bisa menatap apartemen mereka terbakar sambil mendengar dentuman puing jatuh.
Sekolah di dekat lokasi dijadikan penampungan sebelum warga dipindah ke balai komunitas lain.
Asap pekat meluas hingga Ma Liu Shui, membuat polisi mengevakuasi dua blok di Kwong Fuk Estate.
Salah satu korban tewas adalah petugas pemadam 37 tahun, Ho Wai-ho, yang sempat hilang kontak sebelum ditemukan dengan luka bakar parah.
Medan sulit memperlambat pemadaman. “Puing dan perancah yang jatuh membuat petugas terancam. Suhu di dalam gedung sangat tinggi,” kata Deputi Direktur Pemadam, Derek Armstrong Chan.
Warga mempertanyakan sistem alarm yang tak berbunyi. Seorang lansia di kursi roda baru dievakuasi setelah pukul 20.00. Wang Fuk Court dihuni sekitar 4.000 orang dan seluruh bloknya dibungkus perancah bambu untuk renovasi besar.
Kebakaran meningkat hingga level ancaman tertinggi, No. 5 alarm, pada pukul 18.22. Peringatan bahaya kebakaran merah yang sudah berlaku sejak Senin ikut memicu tingginya risiko.
Editor : Marthadi