LombokPost - Israel mengklaim telah menewaskan orang nomor dua Hamas, Raed Saad, dalam serangan di dekat Kota Gaza.
Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Hamas maupun dari tenaga medis bahwa Saad termasuk di antara korban tewas. Tak terkecuali tiga orang lainnya yang diduga sebagai pengawal Saad.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, seperti dikutip dari Al Jazeera Minggu (14/12), serangan yang dilakukan IDF atau Pasukan Pertahanan Israel pada Sabtu (13/12) waktu setempat itu menewaskan lima orang dan melukai 25 orang lainnya.
Kantor berita milik pemerintah Palestina, Wafa, menambahkan bahwa drone IDF menghantam sebuah kendaraan sipil di persimpangan Nabulsi, di bagian barat Gaza.
Tidak Mengonfirmasi
Hamas sebenarnya telah mengeluarkan pernyataan mengenai kebenaran serangan tersebut. Akan tetapi, mereka tidak mengonfirmasi kematian Saad yang diklaim sebagai pemimpin paling senior Hamas setelah Izz Al-Din Al-Haddad tersebut.
Saad dianggap sebagai arsitek rencana ”Tembok Yerikho” (nama kode yang digunakan oleh Israel untuk merujuk pada rencana serangan terperinci Hamas pada 7 Oktober 2023). Saad diklaim sebagai kepala pasukan manufaktur senjata Hamas dan memimpin batalyon terbesar di Gaza.
Dijadikan Target
Kepada Reuters, seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan bahwa Saad memang sengaja ditargetkan dalam serangan tersebut.
Saad diklaim dalam beberapa bulan terakhir bekerja keras untuk membangun kembali kekuatan militer Hamas di bagian utara Jalur Gaza. Israel menganggapnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata yang diamanatkan sejak Oktober lalu.
Di sisi lain, sejak disepakatinya gencatan senjata, Israel juga melakukan serangan hampir 800 kali ke Gaza dan menewaskan sedikitnya 386 orang. Selain itu, Israel terus berupaya menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan dari dunia internasional. (mia/dns/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam