Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

China Gelar Latihan Militer "Justice Mission 2025", Simulasi Blokade Pelabuhan Utama di Sekitar Taiwan

Redaksi Lombok Post • Senin, 29 Desember 2025 | 23:27 WIB

PAMER KEKUATAN: Para perwira militer Tiongkok terlihat di atas kendaraan tempur saat parade militer di Beijing, Rabu (3/9).
PAMER KEKUATAN: Para perwira militer Tiongkok terlihat di atas kendaraan tempur saat parade militer di Beijing, Rabu (3/9).
LombokPost — Ketegangan di Selat Taiwan kembali meningkat setelah militer China menyelenggarakan latihan tempur skala besar dengan skenario pengepungan total pada Senin (29/12/2025).

Manuver militer ini mencakup simulasi blokade pelabuhan utama, serangan terhadap target maritim, hingga operasi penangkalan terhadap intervensi kekuatan asing.

Pemerintah China menyatakan bahwa latihan ini merupakan respons langsung terhadap aktivitas kelompok yang dianggap separatis di Taiwan.

Latihan bertajuk Justice Mission 2025 tersebut melibatkan tiga matra utama dari Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), yakni Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Pasukan Roket.

Juru bicara Komando Teater Timur PLA, Kolonel Shi Yi, menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah konstitusional untuk menjaga kedaulatan negara.

“Ini adalah peringatan tegas terhadap kekuatan separatis kemerdekaan Taiwan dan campur tangan pihak asing,” ujar Shi Yi dalam keterangan resminya.

Eskalasi Multidimensi dan Keterlibatan ArmadaDalam operasi kali ini, PLA mengerahkan beragam alutsista mutakhir untuk menguji kemampuan manuver cepat dan pembentukan postur tempur multidimensi.

Berbeda dengan latihan sebelumnya, area operasi kali ini dilaporkan lebih luas dan mendekati garis pantai Taiwan.

Pihak PLA mengeklaim bahwa latihan ini juga dirancang untuk menguji efektivitas blokade sistemik yang bertujuan memutus jalur logistik dan komunikasi Taiwan dari dunia internasional.

Respons Keras dari TaipeiPemerintah Taiwan melalui Kementerian Pertahanan memberikan reaksi keras terhadap aktivitas militer China tersebut.

Taipei menilai manuver Beijing sebagai bentuk eskalasi yang secara sengaja merusak status quo dan stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.Sebagai langkah antisipasi, militer Taiwan telah mengerahkan kekuatan pertahanan darat, laut, dan udara, serta meningkatkan status kesiapsiagaan tempur di seluruh titik strategis.

“Mempertahankan demokrasi dan kebebasan bukanlah provokasi. Keberadaan Republik China (Taiwan) tidak dapat dijadikan alasan bagi agresor untuk mengganggu status quo,” tegas Kementerian Pertahanan Taiwan.

Selain tekanan militer, Penjaga Pantai Taiwan juga melaporkan bahwa aktivitas ini mengganggu keamanan jalur pelayaran internasional serta menghambat operasional nelayan di perairan kedaulatan Taiwan.

Para analis keamanan internasional mencatat bahwa ini merupakan latihan besar keenam yang dilakukan PLA sejak tahun 2022, dengan fokus yang semakin eksplisit pada penangkalan keterlibatan aktor internasional.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#latihan militer #Taiwan #China