Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hujan Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Jalur Gaza ada 15 Orang Tewas Akibat Hipotermia, Israel Cuekin Kesepakatan Gencatan Senjata

Lombok Post Online • Rabu, 31 Desember 2025 | 13:42 WIB

 

BELUM SURUT: Kamp pengungsi Al-Mawasi di bagian selatan Jalur Gaza masih tergenang air sampai Selasa (30/12).
BELUM SURUT: Kamp pengungsi Al-Mawasi di bagian selatan Jalur Gaza masih tergenang air sampai Selasa (30/12).

LombokPost - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir menambah penderitaan warga Palestina dalam pengungsian.

Tenda-tenda darurat mereka terendam air, sementara kamp pengungsian berubah menjadi kubangan lumpur.

Menurut Al Jazeera, diperkirakan sekitar 80 persen bangunan di kawasan itu hancur akibat serangan Israel.

Mayoritas warga pun berlindung di tenda dan bangunan seadanya. Otoritas Gaza telah memperingatkan ancaman serius akibat banjir. Mulai dari penyebaran penyakit hingga risiko bangunan runtuh.

Sedikitnya 15 orang, termasuk bayi, dilaporkan meninggal dunia sepanjang bulan ini akibat hipotermia seiring turunnya suhu dan hujan berkepanjangan. Bayi berusia dua bulan, Arkan Firas Musleh, meninggal pada Senin (29/12) akibat cuaca dingin ekstrem.

Kementerian Kesehatan Gaza juga melaporkan seorang pria tewas setelah bangunan runtuh menimpa tenda di kawasan Tel Al-Hawa, Gaza.

Air Bercampur Limbah-Sampah

Dari kawasan Zeitoun, jurnalis Al Jazeera Hind Khoudary melaporkan genangan air bercampur lumpur dan limbah membuat aktivitas warga nyaris lumpuh.

“Ini bukan hanya air hujan, tetapi juga air limbah dan sampah,” lapornya. Warga mengeluhkan air limbah masuk ke dalam tenda-tenda mereka.

Komisaris Jenderal UNRWA (Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina) Philippe Lazzarini menyebut, kondisi di Gaza tidak terelakkan jika bantuan diizinkan masuk sesuai kebutuhan. “Hujan, penderitaan manusia, dan kematian terus bertambah. Orang-orang bertahan hidup di tenda rapuh dan di antara puing-puing,” katanya.

Serangan Masih Terjadi

Di sisi lain, serangan Israel dilaporkan masih terjadi meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu. Tiga warga Palestina terluka akibat serangan di kamp Jabalia, Gaza utara, Senin (29/12). Serangan juga dilaporkan terjadi di Bureij, Rafah, dan wilayah timur Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 414 warga Palestina tewas dan sekitar 1.100 lainnya luka-luka. (lyn/dns/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#pengungsian #sampah #Tenda #Palestina #jalur gaza