LombokPost - Nokia kembali menegaskan posisinya dalam peta kekuatan teknologi dunia. Setelah terpukul oleh disrupsi iPhone dan ekosistem Android, perusahaan telepon seluler (ponsel) asal Finlandia itu kini bangkit melalui kemitraan dengan Nvidia.
Dalam kerja sama itu, Nokia bertransformasi dari produsen perangkat konsumen (ponsel) menuju penyedia infrastruktur jaringan dan pusat data untuk komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI).
Nokia mengandalkan keunggulan teknologi jaringan optik dan sistem pengelolaan data untuk memperkuat perannya.
Financial Times Senin (5/1) melaporkan, Nvidia menanamkan investasi hingga USD 1 miliar (Rp 16,7 triliun) untuk mengakuisisi sekitar 2,9 persen saham Nokia. Kongsi strategis tersebut difokuskan pada pengembangan jaringan telekomunikasi berbasis AI.
Nvidia menyebutkan, kerja sama dengan Nokia akan mempercepat adopsi kecerdasan buatan pada jaringan telekomunikasi dan meningkatkan efisiensi operasional operator di seluruh dunia.
Presiden dan CEO Nokia Justin Hotard menilai, kemampuan beradaptasi menjadi fondasi utama perusahaan.
’’Nokia memiliki warisan panjang dalam beradaptasi. Kemampuan untuk bergeser dan menyesuaikan diri sudah menjadi bagian dari DNA Nokia,’’ katanya.
Peralihan Nokia ke sektor infrastruktur AI itu juga ditopang langkah ekspansi sebelumnya. Mereka mengakuisisi Infinera, penyedia jaringan optik asal AS, senilai USD 2,3 miliar (Rp 38,4 triliun).
Keputusan tersebut memperkuat posisi Nokia di jaringan pusat data dan transmisi berkecepatan tinggi, fondasi utama pengembangan AI.
Saham Menguat
Arah baru itu langsung tecermin di pasar. Saham Nokia menguat setelah pengumuman kemitraan tersebut. Lembaga pemeringkat Moody’s pun mengubah prospek Nokia menjadi positif dengan menyoroti penguatan bisnis jaringan dan pusat data.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa investasi AI tetap sarat volatilitas dan diwarnai persaingan ketat dengan pemain global lain. Kebangkitan Nokia tidak bisa serta-merta berjalan mulus dan sangat bergantung pada konsistensi eksekusi strategi jangka panjang.
PERJALANAN ’’RAJA PONSEL’’
1990–2007
-Nokia memulai bisnis sebagai perusahaan serba-ada (kertas, kabel, karet).
-Menduduki puncak kejayaan sebagai produsen ponsel terbesar di dunia selama 14 tahun berturut-turut.
-Nada dering ikonik Nokia Tune diputar 1,8 miliar kali per hari melalui produk legendaris seperti Nokia 3310 dan seri N lainnya.
2007–2014
-Kemunculan iPhone (2007) dan Android mengubah peta permainan dari perangkat keras (hardware) menjadi ekosistem aplikasi (software).
-Nokia terjebak pada sistem operasi Symbian yang usang dan gagal mengejar tren layar sentuh.
-Nokia menyerah dan menjual bisnis ponselnya ke Microsoft.
2014–2023
-Nokia mengakuisisi pesaing utamanya, Alcatel-Lucent, untuk bermain di jaringan seluler 4G dan 5G.
-Nokia juga mengakuisisi Infinera untuk menguasai transmisi data berkecepatan tinggi.
2024–Sekarang
-Menjalin aliansi strategis dengan Nvidia. Nokia berperan sebagai penyedia jaringan yang menghubungkan ribuan cip GPU Nvidia dalam satu pusat data. Sumber: Disarikan dari berita (din/dri/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida