Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Baku Tembak ICE vs Warga Minneapolis Amerika Serikat: Gubernur Kerahkan Garda Nasional, Investigasi Berjalan

Kimda Farida • Kamis, 8 Januari 2026 | 09:41 WIB

Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)
LombokPost--Seorang perempuan berusia 37 tahun, diidentifikasi sebagai Renee Nicole Good, warga Minneapolis Amerika Serikat, tewas ditembak oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) pada Rabu pagi (7/1).

Insiden yang memicu ketegangan tinggi ini menimbulkan narasi bertolak belakang antara otoritas lokal Minnesota dan pemerintah federal.

Gubernur Minnesota Tim Walz secara terbuka menyatakan penembakan itu "tidak perlu" dan "dapat dicegah".

Dalam konferensi pers, Walz menyatakan telah mengeluarkan "peringatan persiapan" untuk Garda Nasional Minnesota guna menjaga keamanan jika diperlukan, sembari menyerukan protes damai.

"Saya merasakan kemarahan Anda, saya juga marah," kata Walz.

Sebaliknya, juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) Tricia McLaughlin menyatakan agen ICE menembak karena takut nyawanya terancam, setelah perempuan itu diduga mencoba menabrak petugas dengan mobilnya.

Baca Juga: Momen Nataru, BIZAM Layani 171 Ribu Penumpang

Menteri DHS Kristi Noem menyebut insiden ini sebagai "aksi terorisme dalam negeri" dan bahwa mobil digunakan sebagai "senjata mematikan".

Presiden Donald Trump dalam postingan media sosialnya mendukung klaim pertahanan diri tersebut.

Namun, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey membantah keras.

Setelah melihat rekaman video kejadian, Frey menyimpulkan ini bukan tindakan pertahanan diri.

"Ini adalah agen yang secara sembrono menggunakan kekuasaannya yang berakibat seseorang tewas," tegas Frey.

Ia bahkan mendesak ICE untuk meninggalkan Minneapolis.

Anggota Dewan Kota Minneapolis Jason Chavez menambahkan bahwa korban adalah warga negara AS yang sedang menjadi "pengamat" dan "mengawasi tetangga imigran".

Baca Juga: Duel Atletico Madrid vs Real Madrid, Los Merengues Lebih Hoki di Saudi karena Mbappe Absen

Polisi Minneapolis menyatakan informasi awal menunjukkan korban berada di dalam mobilnya yang menghalangi jalan.

Saat seorang petugas federal mendekati, mobil mulai bergerak dan setidaknya dua tembakan dilepaskan sebelum mobil itu menabrak.

Polisi menegaskan tidak ada indikasi perempuan itu menjadi target penyelidikan.

Pascapenembakan, protes meluas di lokasi yang berjarak kurang dari satu mil dari tempat George Floyd tewas pada 2020.

Aparat dikerahkan dan menggunakan langkah pengendalian kerumunan seperti gas air mata.

Beberapa pengunjuk rasa melemparkan bola salju dan membawa spanduk bernada kecaman.

Investigasi resmi kini ditangani bersama oleh Biro Penangkaran Kriminal Minnesota dan FBI.

Komisaris Bob Jacobson meminta publik tidak berspekulasi karena penyelidikan masih dini.

Baca Juga: Inaq Sakmah, Warga Desa Eat Mayang Dua Tahun Tinggal di Rumah Terpal, Jual Rumah karena Terlilit Utang di Bank, Tak Tenang Tidur Saat Musim Hujan

Gubernur Walz berjanji akan ada investigasi "lengkap, adil, dan cepat untuk memastikan akuntabilitas dan keadilan".

Insiden ini terjadi di tengah operasi besar-besaran ICE dan HSI (Homeland Security Investigations) di wilayah Twin Cities, yang melibatkan ratusan hingga ribuan agen untuk penegakan imigrasi dan investigasi penipuan.

Menteri Noem sendiri berada di Minneapolis sehari sebelum penembakan untuk memantau operasi.

Di tingkat federal, anggota Komite Pengawasan DPR AS dari Partai Demokrat, Rep. Ayanna Pressley, telah mengajukan mosi untuk meminta subpoena semua dokumen dan rekaman terkait penembakan mematikan ini dari DHS, menandai dimulainya tekanan politik untuk transparansi.

Editor : Kimda Farida
#Garda Nasional Minnesota #Penembakan ICE Minneapolis #Renee Nicole Good #Gubernur Tim Walz