Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kontroversi Penembakan ICE di Minneapolis: Gubernur Kerahkan Garda Nasional, Investigasi FBI Diminta

Kimda Farida • Kamis, 8 Januari 2026 | 10:27 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

LombokPost--Seorang wanita Amerika Serikat, Renee Nicole Good, 37 tahun, tewas setelah ditembak oleh agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Minneapolis pada Rabu (7/1).

Insiden ini langsung memicu kontroversi tajam antara otoritas negara bagian dan pemerintah federal, disusul gelombang protes serta kesiapan Garda Nasional Minnesota.

Gubernur Tim Walz secara keras membantah versi pemerintah pusat.

Dalam konferensi pers, Walz menyatakan penembakan itu "dapat dicegah" dan "tidak perlu."

Ia telah mengeluarkan peringatan persiapan untuk Garda Nasional, mengantisipasi eskalasi, sembari mendesak warganya melakukan "perlawanan damai."

"Ada seseorang yang tewas di mobilnya tanpa alasan apa pun," kata Walz.

"Saya merasakan kemarahan Anda. Mereka menginginkan sebuah pertunjukan, kita tidak boleh memberikannya kepada mereka."

Baca Juga: Rawan Jual Beli Jabatan dalam Pengisian Kepala OPD Pemprov NTB, Legislator Udayana Dorong Keterlibatan APH

Dua Versi Berbeda yang Bertolak Belakang

Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS) memberikan narasi yang berlawanan.

Juru bicara DHS, Tricia McLaughlin, mengatakan agen ICE menembak karena sang wanita diduga "mencoba menabrak petugas penegak hukum."

Menteri DHS Kristi Noem bahkan menyebut kejadian ini sebagai "aksi terorisme dalam negeri," dengan mobil sebagai "senjata mematikan." Presiden Donald Trump mendukung klaim pertahanan diri ini di media sosial.

Namun, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, yang mengaku telah melihat rekaman video kejadian, membantah keras.

"Ini adalah agen yang secara sembrono menggunakan kekuasaannya yang berakibat seseorang terbunuh," tegas Frey.

Ia menyatakan tidak terlihat korban mengarahkan mobilnya ke agen sebagai senjata.

Anggota Dewan Kota, Jason Chavez, menyebut Good adalah warga AS yang hanya menjadi "pengamat" yang "memperhatikan tetangga imigran."

Polisi Minneapolis menyebut informasi awal menunjukkan korban menghalangi jalan dengan mobilnya. Saat petugas mendekat, mobil bergerak dan tembakan dilepaskan. Polisi menegaskan, "Tidak ada yang mengindikasikan wanita ini adalah target penyelidikan."

Protes Berkembang dan Investigasi Gabungan Dijalankan

Lokasi penembakan yang berjarak kurang dari satu mil dari tempat George Floyd tewas pada 2020 kembali menyulut aksi unjuk rasa.

Aparat menggunakan tindakan pengendalian kerumunan seperti gas air mata. Gubernur Walz menegaskan, berunjuk rasa adalah "tugas patriotik" tetapi harus dilakukan dengan aman.

Untuk mencari kejelasan, Biro Penangkaran Kriminal Minnesota bekerja sama dengan FBI membuka investigasi resmi.

Komisaris Bob Jacobson meminta publik tidak berspekulasi.

Baca Juga: Sindikat Scamming Sleman Raup Rp 33 Miliar Per Bulan, Sediakan Konten Pornografi, Kantor Pusatnya di Tiongkok

Sementara di tingkat federal, anggota DPR dari Partai Demokrat mendesak subpoena untuk semua dokumen dan rekaman terkait insiden ini.

Insiden ini terjadi di tengah deployment massal sekitar 2.000 agen ICE dan Homeland Security Investigations (HSI) ke wilayah Twin Cities untuk operasi imigrasi dan penipuan, yang telah memicu ketakutan di komunitas setempat.

Editor : Kimda Farida
#Jacob Frey #Garda Nasional Minnesota #Penembakan ICE Minneapolis #Renee Nicole Good #Gubernur Tim Walz