LombokPost - Amerika Serikat (AS) kian serius mengejar ambisi membangun reaktor nuklir di bulan sebelum 2030.
Langkah itu dipandang krusial untuk menyediakan pasokan energi berkelanjutan bagi pangkalan manusia sekaligus menegaskan posisi AS dalam persaingan teknologi antariksa global yang kian ketat.
Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) beberapa tahun terakhir mengembangkan rencana reaktor nuklir yang mampu menyediakan daya bagi pangkalan di permukaan bulan yang dibangun melalui program Artemis.
Tujuannya, menciptakan infrastruktur permanen bagi misi berawak sekaligus mempersiapkan lompatan besar berikutnya ke Mars.
Space Rabu (14/1), memberitakan, NASA dan Departemen Energi AS (DOE) pada 13 Januari lalu menandatangani nota kesepahaman yang menegaskan komitmen kedua lembaga untuk memenuhi target ambisius membangun reaktor nuklir di bulan pada 2030.
’’Di bawah kebijakan luar angkasa nasional Presiden Trump, AS berkomitmen kembali ke bulan, membangun infrastruktur dan melakukan investasi untuk langkah besar berikutnya menuju Mars dan seterusnya. Mewujudkan masa depan itu membutuhkan pemanfaatan tenaga nuklir,’’ kata Administrator NASA Jared Isaacman.
Sejarah panjang kerja sama NASA dan DOE dalam sistem tenaga nuklir ruang angkasa juga menjadi landasan proyek itu.
Berbagai misi robotik jarak jauh seperti penjelajah Mars Curiosity dan Perseverance serta wahana Cassini di Saturnus menggunakan generator termoelektrik radioisotop (RTG) sebagai sumber energi.
Geopolitik. Dorongan ambisius itu juga dipicu persaingan geopolitik. Berdasar laporan, Tiongkok dan Rusia juga tengah menjajaki rencana pembangunan reaktor nuklir di bulan. Karena itu, AS tidak mau kalah dan berupaya memastikan merekalah yang pertama menguasai teknologi strategis tersebut.
Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan pentingnya proyek itu. Dia menyampaikan, berdasar sejarah, ketika sains dan inovasi Amerika bersatu, dari Manhattan Project hingga misi Apollo, negaranya bakal memimpin dunia hingga batas yang dulu dianggap mustahil.
’’Kesepakatan ini melanjutkan warisan itu,’’ ujarnya.
Fission Surface Power
Adalah proyek kolaborasi NASA (Badan Antariksa AS) dan DOE (Badan Energi AS) untuk mengembangkan sistem tenaga nuklir di bulan.
Pengembangan Infrastruktur
-Membangun sistem tenaga nuklir untuk menyediakan listrik hingga 40 kilowatt.
-Merancang reaktor fisi yang ringan, aman, dan dapat dioperasikan secara otomatis tanpa intervensi manusia yang konstan.
-Menyimulasikan kondisi ekstrem luar angkasa guna memastikan reaktor dapat bertahan dari guncangan peluncuran dan lingkungan radiasi di bulan.
Sumber: Disarikan dari berita (din/dri/JPG/r3)