LombokPost - Uni Eropa (UE) tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan tarif balasan terhadap barang-barang Amerika Serikat (AS).
Itu sebagai respons terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif terhadap delapan negara Eropa yang menentang akuisisi Greenland.
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mengkritik keras ancaman tarif Trump tersebut.
Mereka menegaskan komitmen untuk mempertahankan kedaulatan. Selain itu, mereka juga memperingatkan ancaman tarif dapat merusak hubungan Transatlantik.
Para diplomat tertinggi UE bertemu pada Minggu (17/1) untuk mengadakan pembicaraan darurat dan membahas kemungkinan menghidupkan kembali rencana tarif balasan terhadap produk-produk AS.
Rencana tersebut sebelumnya ditangguhkan setelah kesepakatan perdagangan antara Trump dan Uni Eropa pada musim panas lalu.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak agar Eropa menggunakan instrumen antikoersi yang dikenal dengan sebutan big bazooka.
Antikoersi merujuk pada kebijakan, instrumen, atau tindakan yang dirancang untuk mencegah, menghalangi, dan membalas praktik pemaksaan (coercion) ekonomi atau politik yang dilakukan oleh satu pihak terhadap pihak lain.
"Jika ancaman tarif ini dilanjutkan, kami harus siap membela diri dengan segala cara, termasuk dengan langkah-langkah ekonomi yang tegas," ujar Macron, seperti dikutip dari AFP.
Mencakup Bea Masuk
Rencana pembalasan tersebut akan mencakup bea masuk pada mobil-mobil AS, barang industri, makanan, dan minuman. Ancaman Trump terkait Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Denmark, juga telah memicu ketegangan lebih jauh antara Eropa dan AS.
Trump menyatakan, bahwa NATO maupun Denmark tidak bisa mengatasi ancaman Rusia terhadap Greenland. Untuk itu, Trump berpendapat negaranya perlu mengambil langkah lebih lanjut.
Meskipun ada ancaman tarif yang semakin dekat, negara-negara Eropa tak bergeming dalam mempertahankan Greenland. Presiden Finlandia Alexander Stubb menegaskan bahwa Eropa akan tetap mendukung Denmark dan Greenland dalam isu tersebut. Selama ini, Stubb dikenal dekat dengan Trump karena sama-sama hobi golf.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan bahwa tarif yang digagas Trump adalah sebuah kesalahan besar. Menteri Luar Negeri Belanda David van Weel juga mengkritik keras ancaman Trump. “Ini pemerasan terhadap negara-negara sekutu,” katanya.
Dengan ancaman tarif yang terus meningkat, Uni Eropa akan mengadakan KTT Darurat pada Kamis (22/1) lusa untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut. Mereka akan terus berupaya menemukan solusi yang bisa menjaga hubungan baik dengan Amerika.
Sementara itu, harga emas dan perak Senin (19/1) mencapai rekor tertinggi. Itu dampak setelah Trump mengembuskan kekhawatiran perang dagang dengan Eropa.
Di sisi lain, mengutip Straits Times, pasar saham Asia merosot kemarin. Dolar AS juga melemah karena investor berbondong-bondong membeli yen dan franc Swiss sebagai aset aman di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan perang dagang antara AS dan Eropa. Dolar AS turun 0,4 persen menjadi 0,7988 franc Swiss dan 0,2 persen menjadi 157,80 terhadap yen Jepang. (lyn/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida