Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Greenland Ogah Gabung dengan AS dan Denmark Tambahan Pasukan Militer di Greenland, Trump Tetap Ngotot meski Ditentang Sekutu AS di NATO

Lombok Post Online • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:26 WIB
SIAGA: Denmark menambah pasukan militernya di Greenland menyusul rencana Presiden AS Donald Trump yang ingin mengakuisisi pulau kaya mineral di gerbang menuju Arktik itu.
SIAGA: Denmark menambah pasukan militernya di Greenland menyusul rencana Presiden AS Donald Trump yang ingin mengakuisisi pulau kaya mineral di gerbang menuju Arktik itu.

LombokPost - Denmark menambah kekuatan militernya di Greenland menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan mengambil alih wilayah otonom tersebut.

Puluhan tentara negeri monarki konstitusional itu tiba di pulau terbesar di dunia tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara Negeri Paman Sam dan para sekutu Eropanya.

Sebanyak 58 prajurit Angkatan Bersenjata Denmark mendarat di Kangerlussuaq, Greenland bagian barat.

Mereka bergabung dengan sekitar 60 personel lain yang telah lebih dulu diterjunkan untuk mengikuti latihan militer multinasional Operation Arctic Endurance.

Dikutip dari Al Jazeera, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Denmark Peter Boysen turut berada dalam rombongan tersebut.

Pengerahan pasukan dilakukan hanya beberapa jam setelah Trump menyatakan, tetap membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk menguasai pulau yang bertetangga dengan Kanada tersebut.

Pemerintah Denmark kembali menegaskan sikapnya bahwa Greenland bukan untuk diperjualbelikan.

“Wilayah ini tidak untuk dijual dan setiap upaya pengambilalihan dengan kekerasan akan berdampak serius pada NATO,” kata Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen.

Denmark dan AS sama-sama anggota NATO. Namun, Trump sudah mengancam akan menerapkan tarif tambahan untuk produk dari delapan negara anggota NATO yang menolak rencana AS mengambil alih Greenland.

Kedelapan negara itu adalah Jerman, Prancis, Inggris, Swedia, Finlandia, Norwegia, Belanda, dan Denmark.

Poulsen menekankan pentingnya solidaritas di antara negara-negara sekutu. “Terima kasih kepada para sekutu yang berdiri bersama Greenland dan Denmark,” katanya, seperti dikutip dari AFP.

Arti Strategis

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan, kawasan Arktik atau seputar Kutub Utara memiliki arti strategis bagi aliansi. “Kawasan Arktik penting bagi keamanan kolektif kita,” ujar mantan Perdana Menteri Belanda itu seusai bertemu pejabat Denmark dan Greenland untuk membahas penguatan pertahanan kawasan tersebut.

Adapun Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan tentang pentingnya menghormati kedaulatan Denmark dan Greenland. “Penghormatan terhadap kedaulatan adalah hal yang mutlak bagi hubungan transatlantik,” katanya.

Sementara itu, mayoritas warga Greenland menolak wacana bergabung dengan Amerika Serikat. Survei Berlingske, harian nasional dengan sirkulasi besar yang berbasis di Kopenhagen, Denmark, menunjukkan kalau 85 persen responden yang berasal dari warga Greenland menentang rencana itu.

Dilansir dari The Guardian, Trump, yang bersikeras bahwa Greenland penting untuk keamanan AS, mengatakan, tidak ada jalan mundur untuk merebut pulau kaya kandungan mineral tersebut. Dia mengaku sudah menelepon Rutte untuk membahas isu tersebut.

“Seperti yang telah saya sampaikan kepada semua orang, dengan sangat jelas, Greenland sangat penting untuk keamanan nasional AS dan dunia,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social kemarin (20/1). (lyn/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Amerika Serikat #Greenland #nato #denmark #trump