Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada! Virus Nipah Kembali Mengancam di 2026: Mematikan, Tanpa Vaksin, dan Menular Lewat Udara?

Nurul Hidayati • Senin, 2 Februari 2026 | 11:50 WIB
Ilsutrasi Virus Nipah
Ilsutrasi Virus Nipah

LombokPost - Dunia kembali diingatkan akan ancaman serius dari Virus Nipah (NiV), sebuah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia.

Berdasarkan laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini memiliki tingkat kematian yang sangat mengkhawatirkan, yakni mencapai 40 persen hingga 75 persen.

Asal-usul dan Riwayat Wabah Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Sejak saat itu, virus ini muncul secara periodik.

Di Bangladesh, wabah dilaporkan hampir setiap tahun, sementara di India, laporan terbaru muncul kembali pada tahun 2026 ini.

Inang alami dari virus ini adalah kelelawar buah dari famili Pteropodidae. Selain dari hewan ke manusia, virus ini juga dapat menular melalui makanan yang terkontaminasi atau kontak langsung antarmanusia.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Masa inkubasi virus ini umumnya berkisar antara 3 hingga 14 hari, meski dalam kasus langka bisa mencapai 45 hari. Gejala yang muncul meliputi beberapa penyakit.

Demam, sakit kepala, dan kelelahan.

Gejala pernapasan seperti batuk dan kesulitan bernapas.

Kondisi fatal berupa pembengkakan otak (ensefalitis) yang memicu kebingungan, kantuk, hingga koma.

WHO mencatat bahwa 1 dari 5 penyintas infeksi ini dapat mengalami kondisi neurologis jangka panjang, termasuk perubahan kepribadian atau kejang-kejaran.

Tanpa Vaksin, Diagnosis Jadi Tantangan Hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin khusus yang disetujui untuk infeksi Virus Nipah.

Perawatan yang diberikan bersifat suportif intensif untuk menangani komplikasi organ dan pernapasan.

Diagnosis pun cukup sulit karena gejalanya sering menyerupai penyakit infeksi lain seperti pneumonia atau meningitis, sehingga diperlukan uji laboratorium RT-PCR yang ketat.

Langkah Pencegahan dari WHO Untuk menekan risiko penularan, WHO merekomendasikan langkah-langkah berikut.

Hindari Kontak dengan Kelelawar: Jangan mengonsumsi buah yang terdapat bekas gigitan kelelawar atau meminum nira kelapa sawit mentah.

Keamanan Pangan: Cuci bersih dan kupas buah sebelum dimakan.

Proteksi Diri: Gunakan masker dan sarung tangan saat menangani hewan yang sakit (babi/kuda) atau saat merawat orang sakit.

Protokol Kesehatan di RS: Petugas kesehatan wajib menerapkan pencegahan standar dan isolasi bagi pasien terkonfirmasi.

Saat ini, Virus Nipah masuk dalam daftar penyakit prioritas dalam WHO Research and Development Blueprint untuk percepatan penelitian obat dan vaksin di masa depan.

Editor : Kimda Farida
#nipah #Singapura #virus #Malaysia #who