Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penanggulangan Penyakit Dunia Dikhawatirkan Melemah, Buntut Mundurnya AS dari WHO Diperkirakan 2.300 Pegawai WHO Terancam Dirumahkan

Lombok Post Online • Selasa, 3 Februari 2026 | 11:05 WIB

 

Robert F. Kennedy Jr
Robert F. Kennedy Jr
 

LombokPost - Amerika Serikat (AS) resmi menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) akhir Januari lalu.

Setelah lebih dari tujuh dekade menjadi anggota pendiri sekaligus penyokong utama WHO, Washington memilih menjauh dari multilateralisme kesehatan global.

Kebijakan itu berakar pada perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada 20 Januari 2025, bertepatan dengan hari pelantikannya untuk masa jabatan kedua.

Meski proses formal penarikan memakan waktu setahun, status keluarnya AS efektif berlaku akhir Januari 2026.

The Conversation Senin (2/2) menuliskan, penarikan AS berisiko melemahkan kapasitas dunia dalam mencegah dan menanggulangi penyakit menular, mengatasi resistansi antimikroba, serta merespons krisis kesehatan akibat bencana.

Kehilangan donor terbesar WHO tidak hanya berdampak pada anggaran, tetapi juga pada kepemimpinan ilmiah dan koordinasi lintas negara yang selama ini menjadi tulang punggung respons global.

Gedung Putih beralasan, kontribusi finansial AS kepada WHO tidak sebanding dengan negara-negara lain.

Trump menyoroti Tiongkok yang, meski memiliki populasi hampir tiga kali lipat AS, menyumbang sekitar 90 persen lebih kecil dari dana yang diberikan Washington.

’’Seperti kebanyakan institusi lama, WHO telah terjebak dalam pembengkakan birokrasi, paradigma yang mengakar, konflik kepentingan, dan politik kekuasaan internasional,’’ ungkap Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr. dalam pidatonya di World Health Assembly di Jenewa. 

Konsekuensi

WHO menepis tudingan tersebut. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan konsekuensi serius atas keputusan AS tersebut.

’’Langkah itu akan membuat Amerika dan dunia kurang aman,’’ tegasnya.

Dia menegaskan, patogen tidak mengenal batas negara dan hanya dapat dihadapi melalui koordinasi global.

Dampak keputusan AS itu segera terasa.

Kehilangan ratusan juta dolar AS per tahun memaksa WHO mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 2.300 pegawai (seperempat dari total tenaga kerja) serta menyederhanakan 10 divisi menjadi hanya 4 divisi.

Kondisi ini berisiko melemahkan program pencegahan wabah, terutama di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. 

Kekosongan kepemimpinan itu juga membuka ruang lebih luas bagi Tiongkok untuk memperkuat pengaruhnya dalam tata kelola kesehatan dunia. Beijing telah menjanjikan tambahan dana USD 500 juta (Rp 8,38 triliun) untuk WHO.

Alasan AS Mundur dari WHO

  1. Kinerja

-WHO lamban dan tidak transparan dalam merespons pandemi Covid-19.

-Terlalu dekat dengan Tiongkok pada fase awal pandemi.

-Gagal melakukan reformasi internal secara signifikan.

  1. Beban Keuangan

-AS menilai nominal sumbangan dana mereka ke WHO tidak sebanding dengan negara-negara lain.

-Tiongkok yang berpenduduk sangat banyak justru menyumbang dana jauh lebih kecil.

  1. Perubahan Arah Politik

-Penarikan diri sejalan dengan sikap AS keluar dari sejumlah lembaga dan perjanjian internasional.

-Penekanan pada kedaulatan nasional dalam kebijakan kesehatan.

Sumber: Disarikan dari berita (din/dri/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#presiden #politik #Amerika Serikat #global #who