Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indonesia Bakal Jadi Negara Pertama, Pemerintah Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Lombok Post Online • Rabu, 11 Februari 2026 | 12:54 WIB
DAPAT DUKUNGAN INDONESIA: Warga Palestina berebut menerima makanan sumbangan di dapur umum di Khan Yunis di Jalur Gaza pada Sabtu (7/2). (Photo by Bashar Taleb / AFP)
DAPAT DUKUNGAN INDONESIA: Warga Palestina berebut menerima makanan sumbangan di dapur umum di Khan Yunis di Jalur Gaza pada Sabtu (7/2). (Photo by Bashar Taleb / AFP)

LombokPost - Di tengah rencana pembentukan International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Indonesia disebut-sebut bakal jadi negara pertama yang mengirimkan pasukannya untuk bergabung.

Pengiriman ini diprediksi pada fase kedua gencatan senjata di bawah skema yang tengah dimatangkan.

Kabar tersebut disampaikan oleh KAN News, lembaga penyiaran publik Israel, sebagaimana dikutip dari Jerusalem Post, pada Selasa (10/1).

Menurut laporan tersebut, pasukan Indonesia akan berada di Gaza dalam hitungan pekan, tak lama setelah Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Washington untuk menghadiri KTT Peace to Prosperity.

KTT yang digelar oleh Trump ini rencana dilaksanakan pada 19 Februari 2026.

ISF ini nantinya akan menangani sejumlah aspek penjagaan perdamaian di Gaza, khususnya pada tahap II gencatan senjata.

Karenanya, secara umum ISF maupun Indonesia tidak akan mencari konfrontasi langsung dengan Hamas atau secara proaktif melakukan pelucutan senjata terhadap kelompok tersebut.

Tentara Indonesia akan ditugaskan untuk mengawasi sejumlah garis pertahanan di wilayah Khan Yunis dan Rafah, di bagian selatan Jalur Gaza.

Saat ini, masih ada beberapa catatan yang perlu diselesaikan.

Khususnya, terkait aturan pelibatan (rules of engagement) apabila Hamas melakukan kontak dengan kontingen Indonesia dalam ISF.

Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) Vahd Nabyl A. Mulachela menyatakan proses persiapan pengiriman pasukan perdamaian ini tengah dilakukan. “Memang Indonesia melakukan persiapan tersebut,” paparnya di Jakarta, Selasa (10/2).

Kemlu bersama seluruh kementerian dan lembaga yang terkait berkoordinasi intensif untuk mengawal instruksi Presiden Prabowo. Keterlibatan Indonesia dalam ISF akan sepenuhnya fokus pada humanitarian. Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata.

“Ini lebih pada aspek-aspek humanitarian,” pungkasnya. (mia/gas/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#hamas #perdamaian #senjata #gaza #Palestina